7

Tips Agar Hari Senin Menyenangkan

bangun pagi hari senin

Tuturahmad.com – Entah kenapa ketika menghadapi  hari Senin selalu tidak menyenangkan. Kita berbicara tentang sebuah rutinitas, apakah itu sebagai karyawan, pelajar, atau mahasiswa. Hari Senin selalu membawa aura ketidaknyamanan. Padahal Tuhan menciptakan semua hari sama baiknya, tapi mengapa begitu banyak yang kurang menyukai hari Senin?

Lucu juga sih, membicarakan ketidaknyamanan orang terhadap hari Senin. Ini masalah klasik sebenarnya, dari semenjak saya seragam SMP pun tabiat membenci hari Senin sudah mewabah. Mungkinkan karena pada hari Senin ada upacara bendera? Atau karena hari Senin selalu ada ulangan mingguan? Atau kebiasaan guru yang suka ngasih PR hari Sabtu dan minta dikumpulkan hari Senin?

Entahlah.

Yang pasti, sekarang meski sudah tua dan bukan anak sekolahpun saya masih merasa “membenci” Senin. Kenapa? Karena saya seorang karyawan. Hehehehe.

Berbagai macam alasan orang untuk tidak menyukai Senin, tapi menurut saya itu hanya faktor psikologis saja, disaat kita masih merasa nyaman menikmati liburan tapi kemudian terpaksa mesti masuk lagi dalam siklus rutinitas yang mungkin membosankan, seperti bekerja, sekolah, kuliah, dll.

Ketika kita bisa menemukan beragam alasan untuk membenci hari Senin, kenapa pula kita tidak menciptakan sesuatu yang bisa menimbulkan cinta hari Senin? Hayoo!

Ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba untuk kita agar bisa semangat memasuki hari Senin.

Buat agenda yang menyenangkan

Ini pengalaman waktu muda dulu, saat masih berseragam SMU. Saya selalu merencanakan hang out bareng teman-teman gank itu selalu di hari Senin, tidak di hari Sabtu. Ada dua alasan, pertama untuk menghindari bolos di hari Senin, dan kedua uang jajan mingguan masih utuh. Kalau acaranya hari Sabtu maka uang jajannya sudah menipis malah takjarang sudah ludes. Hehehe.

teman kantor hari senin

Bagi anggota gank yang absen dalam acara itu maka dia akan didenda mentraktir anggota lain di hari Sabtu.

Meski hanya sekedar ngopi di kafe, nongkrong di mall, kiat ini ternyata ampuh mengikis rasa malas menghadapi hari Senin. Saya dan teman-teman yang biasanya bolos di hari Senin jadi tidak lagi. Beralih ke hari Selasa, Rabu dan Kamis. Hehehe.

Sekarang, saat sudah jadi karyawan swasta saya sudah bisa menyukai hari Senin. Kenapa? Karena jadwal badminton kantor ada di hari Senin.

Saya menyukai olahraga badminton. Jadwal badminton ada di hari Senin. Mau tidak mau saya mesti menyukai hari Senin. Hehehe.

Ok. Mulai saat ini cobalah buat agenda-agenda yang menyenangkan di hari Senin yang mungkin bisa membuat Anda bersemangat dan menyukai hari Senin.

Misalnya, ketemuan sama klien, dinner sama gebetan, nobar bareng teman-teman, atau apalah yang sekiranya bisa mengubah rasa Anda terhadap hari Senin sebagamana hari-hari yang lainnya.

Yakin kemampuan diri sendiri.

Kadang rasa malas menghadapi senin (masuk kerja, sekolah, dll) karena kita memiliki beban perasaan. Rasa tidak percaya diri dalam menghadapi tantangan di hari esok,misalnya tugas kantor yang bikin mumet, tugas kuliah, PR, dll.  Dimana secara psikologi kita sudah merasa tenang di suasana liburan hari sebelumnya. Kebayang kan.

Diperlukan rasa percaya diri untuk bisa kembali semangat di hari Senin. Karena kita tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab yang telah dibebankan. Yang perlu dilakukan adalah, yakinkan di Anda, bahwa Anda mampu mengatasi segala tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi. Toh sejauh ini Anda masih tetap baik-baik saja kan?

Siapa lagi kalau bukan kita?

Anggaplah pekerjaan di meja kerja Anda, PR Anda, tugas kuliah Anda hanya Anda yang bisa menyelesaikannya, bukan orang lain. Jika sudah demikian siapa lagi yang bisa menyelesaikannya kecuali Anda?

Jadi betapa pentingnya kehadiran Anda di kantor, di sekolah, di kampus dan di tempat-tempat lain yang Anda lari darinya. Jadi jangan biasakan mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kita.

Memahami bahwa kehadiran kita begitu penting dalam berlangsungnya sebuah sistem akan melahirkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan.

Orientasi ibadah dan perbaikan diri

Bagi orang beriman, setiap gerak dalam sendi kehidupan selalu bertujuan untuk ibadah. Setiap hari, dari hari Senin sampai hari Minggu adalah waktu yang mesti diisi dengan melakukan berbagai aktifitas baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi (akhirat).

Ini agak-agak serius nih.

Makanya kita mesti merasa rugi jika kita coba melalaikan tanggung jawab dan waktu yang telah diberikan.

Malas mungkin ada, jenuh mungkin iya. Tapi anggaplah semua itu ladang amal kita di hadapan Yang Maha Kuasa.

Anggaplah itu semua pembelajaran kita dalam mencari ilmu baru dalam bidang yang Anda geluti. Tidak ada yang sia-sia selama kita ikhlas dan bertanggung jawab dalam menjalaninya.

Baiklah. Itu yang bisa saya sampaikan tentang mencintai kembali hari Senin. Semoga bisa menginspirasi. Kalau Anda punya tips dan cara lain, jangan ragu untuk berbagi.

Tanda Tangan Ahmad

 

 

 

 

2

Meski Kalah 3 Hal Ini Patut Dibanggakan dari Timnas Indonesia

tuturahmad.com – Akhirnya pupus sudah harapan timnas Indonesia menjadi kampium Piala AFF 2016 setelah dikandaskan timnas Thailand dengan skor 2-0. Pertandingan leg ke dua ini berlangsung di Rajamanggala Stadium, Bangkok, Thailand, Sabtu 17 Desember 2016.

Pada leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor, timnas Merah Putih digdaya dengan melumat timnas Thailand dengan skor 2-1. Sempat tertinggal terlebih dahulu, Boas Salossa dkk. Sukses come back dengan menceploskan gol lewat Rizky Pora dan Hansamu Yama Pranata.

Tapi, di leg kedua malam tadi kita mesti mengakui bahwa Thailand memang setingkat lebih baik dari Indonesia. Sesuai prediksi, pasukan Gajah Putih membombardir pasukan Garuda nyaris sepanjang pertandingan. Para pemain Thailand dengan skill individunya yang mumpuni memporak porandakan pertahanan timnas Indonesia.

Hingga akhirnya, Sirod Chattong sukses menjalakan si kulit bundar ke gawang Kurnia Meiga sebanyak dua kali. Fuuhhh…

Kesedihan pecah ketika wasit  Abdulla Hassan dari Uni Emirat Arab meniup peluit panjang sebagai tanda berakhirnya pertandingan.

Kecewa? Sedih? Pasti.

Kekecewaan dan kesedihan pasti dirasakan semua pihak. Bukan hanya pemain dan official tim, tapi semua rakyat Indonesia yang sudah lama rindu akan gelar juara.

Meski kecewa, meski sedih, sejatinya ada hal-hal yang patut kita banggakan dari para Pahlawan Lapangan Hijau itu.

Semangat dalam Keterbatasan

Sejak awal pasukan Merah Putih tidak diunggulkan bukan saja oleh masyarakat luar tapi juga oleh masyarakat Indonesia sendiri. Berbagai kendala menghadang masa persiapan timnas mulai dari masa persiapan yang mepet pasca dicabutnya masa hukuman oleh FIFA, terbatasnya pemain yang dilepas klub (setiap klub hanya mengijinkan 2 orang pemain), sampai  transisi kepemimpinan PSSI ikut berpengaruh.

Tapi capaian timnas hingga ke final seolah membalikan keadaan, membuat orang terhenyak dan takjub. Sungguh luar biasa.

Dengan segala keterbatasan, dan pemain”seadanya” timnas Indonesia mampu menembus final dan sempat mengalahkan tim terbaik ASEAN, Thailand, disaat timnas negara lain tidak mampu mengalahkannya.

Militansi Pemain Muda

Dalam skuad Garuda kali ini tidak ada nama-nama beken seperti Bambang Pamungkas, Cristian “ el Loco” Gonzales, Sergio Van Dick, Greg Nwokolo, Firman Utina, Made Wirawan, dan pemain bintang senior lainnya.

Alfred Riedl justru banyak memanggil para pemain muda seperti Hansamu Yama, Abduh Lestaluhu, Manahati Lestusen, Bayu Gatra, Lerby Eliandri, Yanto Basna, dan lain-lain. Terbilang hanya Boas Salossa yang paling senior, ditemani Ferdinand Sinaga dan Kurnia Meiga.

Sempat diragukan. Tapi kemudian mereka membuktikan bahwa usia muda bukan berarti muda dalam kemampuan. Meski sempat terseok di awal, akhirnya dengan militansi tinggi mereka tak terbendung dan masuk final.

Kecerdikan Alfred Riedl berpadu dengan semangat anak muda. Luar biasa

Sepak Bola Menyatukan Perbedaan

timnas indonesia

Di negeri ini, sepak bola adalah olahraga yang luar biasa, digemari, digilai, bahkan mungkin sudah menjadi budaya. Jika dibandingkan dengan negara tetangga sesama ASEAN, sepak bola Indonesia adalah yang paling meriah, ramai, meski tidak bisa dibilang paling maju.

Meski belum menuai prestasi yang membanggakan, meski kepengurusan organisasi yang carut marut, meski sempat pakum di kancah internasional selama setahun, tapi dukungan untuk timnas Indonesia seakan tidak pernah luntur.

Lihatlah ketika timnas bertanding, stadion selalu penuh sesak oleh supporter. Tua, muda, pria, dan wanita memberikan dukungan.

Ketika leg pertama berlangsung di Stadion Pakan sari, Bogor, ribuan supporter telah antri tiket beberapa hari sebelum pertandingan, bahkan sampai nginap segala.

Mereka datang dari daerah, suku, agama, bahasa, dan jabatan yang berbeda. Keberbedaan itu tak menghalangi mereka untuk memberi dukungan yang sama untuk Indonesia.

Kita patut bangga, di saat suasana mulai memanas seiring banyaknya perbedaan karena agama, politik, dan ras, sepak bola mampu menyatukannya kembali.

Ketika kita biasa berteriak untuk mencaci sesama

Ketika kita terbiasa mengacungkan tinju kepada saudara

Sepak bola mengubah semua

Kita berteriak bersama untuk Indonesia

Kita mengacungkan tinju semangat untuk Indonesia

Kita bersama untuk Indonesia

Bravo Timnas Indonesia. We proud of you!

Tanda Tangan Ahmad

 

 

3

7 Alasan Yang Membuat Jenderal Gatot Nurmantyo Dicintai Rakyat

Jenderal Gatot Nurmantyo
Jenderal Gatot Nurmantyo
Tuturahmad.comJenderal Gatot Nurmantyo beberapa hari belakangan ini menjadi buah bibir banyak orang. Bahkan menjadi viral, baik berupa berita ataupun memenya. Bahkan banyak yang mengatakan beliau cocok menjadi presiden Indonesia.
Harapan dan kecintaan publik pada Panglima TNI ini memang bukan tanpa alasan. Jenderal bintang empat ini dinilai pro rakyat dalam setiap tindakannya. Terakhir ketika aksi bela Al Quran pada 4 November kemarin dan penampilannya di program acara Indonesia Lawyer Club semakin menegaskan dirinya sosok pemimpin yang dirindukan rakyat.
Seketika masyarakat mulai mencari tahu siapa sosok Gatot Nurmantyo ini. Mulai dari biographi, karir, kehidupan, dan pandangannya terhadap negara ini. 

7 Alasan Yang Membuat Jenderal Gatot Nurmantyo Dicintai Rakyat

Sebenarnya apa sih yang membuat publik tiba-tiba begitu mengelu-elukan, mencintai bahkan menggadang-gadangkan Gatot Nurmantyo jadi Presiden RI? Setidaknya ada 7 alasan yang membuat Jenderal Gatot Nurmantyo dicintai pasca peristiwa aksi bela Al Quran 4 November kemarin
Tegas
Umumnya seorang prajurit Gatot Nurmantyo berjiwa tegas. Beliau tidak pernah mentoleransi setiap potensi yang akan mengganggu ketertiban, kemanan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Sifat yang sepatutnya terdapat dalam jiwa seorang Panglima TNI.
Jujur
Berbeda dengan pejabat yang lain yang cenderung mengalihkan opini tentang aksi bela Al Quran kemarin, Gatot Nurmantyo begitu jujur dalam menuturkan pandangannya terhadap aksi tersebut. Jika pejabat lain menyebut aksi tersebut ditunggangi provokator dan rusuh, beliau justru berucap sebaliknya. 
Gatot Nurmantyo menyebutkan jika aksi kemarin sangat terkendali, damai, dan menyejukan. Bahkan beliau sendiri meyakinkan hadirin bahwa yang menyulut keributan itu adalah para provokator. 
Jenderal Gatot Nurmantyo
“Demo benar-benar tertib. Saya melihat dengan jelas, yang melakukan itu (keributan) bukan pendemo,” tegasnya.
Bagaimana mau membakar mobil petugas dan berbuat rusuh, menginjak rumput di taman saja para demontran itu tidak mau. Belum lagi sikap toleransi yang ditunjukan para peserta aksi terhadap penganut agama lain, seperti ikut menyebrangkan sepasang calon penganti nasrani yang hendak menikah di gereja Katedral.
Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi para peserta aksi yang tetap menjaga kebersihan dalam menjalankan aksinya.
Netral
Meski seorang pejabat dari sebuah rezim yang sedang di demo Gatot Nurmantyo tidak lantas dengan semena-mena dan membabi buta membela pemerintah dan memusuhi para pendemo.
Beliau memposisikan diri sebagai benteng penjaga keamanan dan keutuhan NKRI, tapi di saat yang bersamaan beliau sangat menghargai setiap warga negara yang menyampaikan aspirasinya dan mengawal prosesnya dengan baik.
Santun
Seperti umumnya orang berdarah Jawa yang lembut dan santun, begitupun Gatot Nurmantyo. Jabatannya sebagai orang nomor satu di TNI, tidak lantas membuatnya jadi orang yang sombong dan arogan. Itu bisa terlihat ketika di acara ILC TV One. Bagaimana gesture beliau ketika berbicara, atau sekedar mendengarkan pendapat orang lain. Tatapannya lembut dan selalu tersenyum kepada para kyai dan ulama yang hadir.
Patuh
Sebagai seorang prajurit Gatot Nurmantyo sangat patuh terhadap tugas dan atasannya. Beliau tegaskan bahwa Presiden adalah panglima tertinggi sekaligus atasannya. Beliau akan tetap patuh terhadap perintah Presiden untuk menjaga keutuhan NKRI.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Bahkan ketika dipancing dengan pernyataan Karni ilyas, bahwa Gatot cocok jadi Presiden, Panglima TNI ini hanya tertawa dan menjawab bahwa beliau tidak ada niatan menjadi Presiden bahkan beliau siap jadi tumbal demi keutuhan NKRI.
Paham Indonesia
Sebagai seorang prajurit yang ditugasi menjaga keutuhan NKRI, Gatot Nurmantyo paham betul segala potensi yang ada di Indonesia. Baik potensi alamnya yang jadi primadona bagi bangsa lain maupun potensi ancaman akan eksistensi bangsa ini, dari luar dan dari dalam. Termasuk ancaman candu dan narkoba yang disinyalir masuk dari Tiongkok.
Selanjutnya, Panglima TNI juga menjelaskan secara gamblang tentang ancaman yang dihadapi Indonesia. Pernyataan Gatot Nurmantyo ini sebelumnya sudah berkali-kali dilontarkan di berbagai kesempatan, akan tetapi seruan Panglima TNI tersebut masih belum begitu diperhatikan oleh pemerintah. Dan malam itu Jenderal Gatot kembali menegaskan keprihatinannya. Pernyataan Jenderal Gatot didukung oleh computer graphics yang ditunjukkan saat dia berbicara.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Pembahasan Jenderal Gatot di acara ILC malam itu memang tidak ada hubungannya dengan tema yang diangkat. Tapi nampaknya Jenderal Gatot ingin memanfaatkan kesempatan ini yang disiarkan secara live untuk menyampaikan keprihatinannya.
Taat
Sebagai seorang muslim Gatot Nurmantyo tidak melupakan jati dirinya. Dengan gagah dan lantang beliau berujar bahwa Indonesia bukan Indonesia kalau tidak ada Islam, Islam adalah benteng terakhir NKRI.
Dalam ucapan ini Gatot Nurmantyo ingin menegaskan dua hal, pertama; bahwa para pendemo kemarin adalah elemen penting eksistensi bangsa Indonesia. Umat Islamlah (tanpa menghilangkan peran umat lain) yang memiliki peran teramat penting dalam upaya merebut, mempertahankan hingga menjaga kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Kedua, sebuah bentuk kebanggaan akan jati dirinya sebagai seorang muslim. Dalam perkataanya, beberapa kali beliau menepuk dada dan berkata “saya bangga jadi seorang muslim”. Ketika aksi bela Quran yang pertama pun tampak ikut solat berjamaah dengan  para Habaib dan demonstran.
Berikut beberapa meme kreatif Jenderal Gatot Nurmantyo;
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari IG IndonesiaBertauhid
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari JakartaDesain.com
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari Syaamil Quran
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari Ahta Zaja
Jenderal Gatot Nurmantyo boleh jadi bukanlah satu-satunya orang berpangkat di negeri ini yang mencintai dan dicintai rakyatnya. Boleh jadi beliau bukanlah satu-satunya pejabat baik hati yang mendukung umat Islam dalam menyampaikan aspirasinya. Tapi sangat jarang di negeri ini seorang pejabat yang jujur dan netral di saat opini publik coba dibelokan oleh media-media mainstream dengan begitu licik dan gencar.
Boleh jadi (saat ini) beliaulah satu-satunya pejabat teras negeri ini yang mampu meraih hati dan cinta umat Islam disaat umat ini kehilangan kepercayaan bisa tegaknya keadilan kepada orang-orang yang seharusnya menegakan keadilan untuk rakyatnya. Boleh jadi.
 
Tanda2BTangan2BAhmad2Bmiring-4
2

Cara Ngabuburit Dulu dan Sekarang

tuturahmad.com – Alhamdulillah, ini hari sepuluh kedua di bulan suci Ramadhan. Sejatinya mau nulis blog itu di awal-awal Ramadhan, tapi nyatanya kesibukan cukup membuat badan dan pikiran ini lelah. Tak tahu mesti nulis dari mana.
 
Belum lagi mesti rebutan laptop dengan anak-anak yang lagi hobi main games, duh, akhirnya bapaknya yang mesti ngalah. Tadinya mau ngeblog agak malaman, selepas tarawih dan anak-anak tidur. Tapi, oladalah, yang namanya perut kenyang pasti bawaannya ngantuk. Jadinya bablas tidur hehehe…
 
Meski Ramadhan sudah beranjak di sepuluh hari kedua tak apalah, saya tetap akan menulis tentang ramadhan. Tentang kebiasaan saya mengisi hari-hari selama Ramadhan terutama saat menunggu waktu magrib, ngabuburit. Ya, sekedar berbagi pengalaman, berbagi kenangan dan ide, siapa tahu bisa berguna.
 
Sebenarnya tulisan ini keidean sama anak saya, Hasya, yang begitu suntuk menjalani hari-hari selama berpuasa. Kalau hari sekolah sih dia tidak bete dan suntuk dalam berpuasa karena dia pulang sore dari sekolah, belum lagi teman-temannya suka ngikut ke rumah, bermain sambil nunggu dijemput orang tuanya.
 
Tapi kalau libur, terutama sabtu dan minggu maka suntuknya kumat. Tv, laptop, dan tablet tak lagi mengasyikan. 
 
Melihat itu saya merasa kasihan, tidak saja kepada Hasya tapi juga ke anak-anak yang lain. Mungkin yang lain juga merasakan hal yang sama. 
 
Beda dengan orang dewasa yang tahu besarnya pahala mengisi waktu Ramadhan dengan aktifitas yang bermanfaat semisal tilawah, kajian, dll. Anak-anak hanya butuh sesuatu yang bisa mengalihkan rasa lapar dan haus mereka selama berpuasa.
 
Saya teringat masa kecil saya jika mengisi waktu luang ketika Ramadhan. Zaman dulu belum ada yang namanya android, tablet, laptop atau komputer. Tv pun hanya TVRI saja yang ada. 
 
MANCING
Saya dan teman-teman sering mancing di sungai di pinggir desa. Meski tak pernah dapat banyak tapi kegiatan memancing ikan ini cukup efektif dalam memangkas waktu.
 
Berangkat biasanya jam 10 pagi. Berjalan beriringan melalui pematang sawah menuju sungai.
Memancing Ikan. Sumber poto: Youtube.com
Ikan yang didapat bisa bermacam-macam; Jeler, Beunteur, Nilem, Bogo, Paray, dan lain-lain. Paling banter saya bisa kuat mancing selama 2-3 jam, sisanya mandi, bermain air, dan perang-perangan. Kebayangkan, lagi panas-panas kita berendam di air sungai yang dingin dan jernih. Wuiihhh….suegerr.
 
MAIN MERIAM BAMBU
Kami menyebutnya Lodong Karbit. Ya, sejenis meriam yang terbuat dari batangan bambu sepanjang 2-3 buku, atau sepanjang kira-kira 2 meter. Buku-buku bambunya dilobangi dengan linggis sehingga rongga bambunya tersambung. Di buku paling bawah diberi lubang untuk memasukan karbit sebagai bahan peledaknya
 
Lodong Karbit ini diisi air, kemudian dimasukin karbitnya, seukuran ujung jari juga cukup. Dibiarkan sekitar 5 menit, ketika suara gejolak karbitnya sudah mengecil, inilah saatnya Lodong Karbit disulut.
Meriam bambu. Sumber: Merdeka.com
Duuaaarrr…. Suara menggelegar sontak memekakan telinga. Kami tertawa dan berjingkrak, tak peduli para tetangga ngumpat-ngumpat.
 
Permainan ini kami lakukan menjelang sore hari, selepas ashar ke arah magrib. Lodong karbit akan semakin bersahutan jika menjelang Ramadhan berakhir
 
MAIN ULAR TANGGA/LUDO
Ada yang masih ingat permainan Ular Tangga dan Ludo, atau Halma? Untuk generasi 70-80 an saya pikir pasti masih ingat dan mengalami permainan ini.
 
Saya dan teman-teman sering memainkan permainan ini di teras rumah. Permainan ini biasanya dimainkan di pagi hari, sambil nunggu waktunya mancing ke sungai.
 
Selain di teras rumah, permainan ini sering kami lakukan di saung sawah. Di desa kami sawah masih banyak dan luas. Tiap pemilik bidang sawah pasti memiliki saung sawah, serupa bangunan terbuka di tengah sawah beratap ilalang atau genteng. Saung sawah berfungsi sebagai tempat petani beristirahat atau menyimpan pupuk.
Permainan legendaris, Ular Tangga. Sumber poto: detikindonesia.com
Di saung-saung sawah itulah kami ngabuburit dan bermain Ular Tangga, Ludo atau Halma. Saung sawah yang bertebaran itu semuanya pasti ada yang mengisi, anak-anak kecil yang sedang ngabuburit.
 
Itu kegiatan waktu kecil saya dalam mengisi waktu ketika Ramadhan.
Terus sekarang apa yang saya lakukan dalam mengisi waktu Ramadhan?
Kalau hari-hari biasa, Senin hingga Jumat saya bekerja, karena saya adalah seorang karyawan. Jadi hari-hari reguler tidak terasa waktu berlalunya. Ketika hari Sabtu dan Minggu, jika tidak ada acara keluar memang suka ada rasa suntuk.
 
TILAWAH
Ramadhan adalah bulan Al Quran. Tentu akan lebih baik jika hari-harinya kita isi dengan banyak berinteraksi dengan Al Quran. Ini juga yang coba saya lakukan.
 
Membaca dan men-tadabburi-nya adalah kegiatan yang biasa dilakukan umat muslim dalam mengisi Ramadhan. Dengan ikut program One day One Juz diharapkan di akhir Ramadhan saya bisa khatam Al Quran.
 
MEMBACA BUKU
Membaca buku adalah salah satu yang saya lakukan dalam mengisi waktu Ramadhan. Setelah pulang taraweh, menjelang azan Subuh, menjelang Dhuhur, dan menjelang Ashar biasanya waktu saya membaca buku.
 
Apapun bukunya saya baca. Novel, sirah, atau buku tentang keislaman lainnya.
 
MAIN INTERNET
Ini kegiatan lainnya yang saya suka. Saya lakukan ketika anak-anak sudah tidur, baik tidur siang ataupun tidur malam. Sebab kalau mereka belum tidur maka serta merta laptop mereka ambil alih hehehe.
 
Berselancar di dunia maya, selain membaca berita, biasanya saya #Blogging. Mengisi blog, mencari ide-ide tulisan atau #Resep masakan buat istri.
 
Itulah kegiatan mengisi waktu selama Ramadhan yang saya lakukan, baik ketika masih kecil dan sudah segede gini, hehehe.
 
Tiap orang pasti punya kebiasaan dalam mengisi hari-hari Ramadhan, juga kenangan waktu kecil ketika berpuasa. Yuk, bagikan ceritamu!
 
5

Cara Jadi Publisher Di AdsenseCamp

Lagi-lagi tentang penghasilan melalui blog, saya yakin pembahasan ini tidak membosankan. Apalagi bagi blogger yang ngebet banget berpenghasilan melalui blog. Terutama sebagai publisher.

Tadinya bosen sih ngasih terus tips dan tutorial. Belum lagi ada rasa tidak enak, takutnya dikira sok pinter dan paling tahu.

Tapi nyatanya masih banyak teman-teman yang nyari info-info seperti ini.

Pada kesempatana kali ini Si Akang ini akan coba berbagi pengalaman cara jadi publisher di AdesenseCamp.

AdsenseCamp adalah web portal penyedia iklan dan tempat beriklan* gitu deh. Meski namanya Adsense tapi web ini aseli Indonesia. Sistemnya CPC (Cost Per Click) jadi kita dibayar jika ada yang klik iklan mereka. Dan yang pasti, daftarnya gampang banget.

Langsung saja ya.

1. Caranya Klik di banner AdsenseCamp yang ada di kanan atas blog ini. Atau klik DI SINI

2. Pilih Create Publisher Account. Isi formulir dengan lengkap, ikhlas, dan tanpa paksaan dari siapapun.

daftar adsensecamp - tuturahmad.blogspot.com



3. Lakukan konfirmasi pendaftaran via email. Setelah mengisi formulir, kita akan dikirimi email dari AdsenseCamp untuk konfirmasi. 

4. Masuk ke AdsenseCamp. Masuk melalui member area dengan menggunakan username dan password kita.

5. Dashboard —> Tambah Chanel Iklan —> Masukan informasi blog kita.

daftar adsensecamp - tuturahmad.blogspot.com

6. Pemberitahuan berhasil. Jika sudah akan ada pemberitahuan keberhasilan kita menambah data di AdsenseCamp. Dan kita dipersilahkan memasang iklan.

daftar adsensecamp - tuturahmad.blogspot.com

7. Selanjutnya pilih Account. Edit profil kita dan lengkapi pula data bank kita. Lakukan dengan benar, terutama data bank. Nanti kalau salah AdsenseCamp salah transfer rugi kita.

8. Klik Publisher —-> Pasang Script Iklan. Pilih ukuran dan template yang sesuai. Kalau sudah cocok ambil dan copy kode scriptnya di tombol Pilih Tampilan Iklan Ini.

daftar adsensecamp - tuturahmad.blogspot.com



9. Buka dashboard blog kita —> Tata Letak —-> Tambahkan Widget HTML. Pastekan script iklan yang sudah kita peroleh. Atur posisinya. Save

10. Selesai.


Itulah sedikit tutorial cara jadi publisher di AdsenseCamp. Selamat mencoba. kalau sudah berhasil jangan lupakan Si Akang ini ya, minimal 10% hehehehe.