Kongres PSSI 2017, Sepakbola Indonesia Yang Profesional Bermartabat

By | 12 Januari 2017

Tuturahmad.com – Kota Bandung menjadi saksi bersejarah dalam perjalanan sepak bola Indonesia, dimana PSSI telah melaksanakan agenda tahunannya, yaitu Kongres PSSI 2017. Kongres dilaksanakan pada hari Minggu (8/1) berlokasi di Hotel Aryaduta. Kongres ini bisa dikatakan tonggak bersejarah bagi persepakbolaan Indonesia setelah sebelumnya vacum selama setahun dari kancah internasional akibat di sanksi oleh FIFA.

Saya sendiri teramat bahagia bisa menjadi bagian dari saksi sejarah itu. Saya dan 7 orang teman-teman blogger dan netizen, Alhamdulillah, bisa diundang dan meliput semua kegiatan Kongres PSSI ini mulai dari persiapan hingga penutupan.

Kongres PSSI 2017

Kongres yang mengusung tema “Profesional Bermartabat” ini dihadiri oleh berbagai perwakilan klub, asprov, voter, dan insan sepakbola tanah air.

Saya dan teman-teman hadir di Hotel Aryaduta sehari sebelum kongres dimulai, yaitu pada hari Sabtu. Saya sendiri sudah nongkrong di lobi hotel dari jam 11 siang. Sengaja saya pilih lobi karena saya ingin tahu siapa saja yang hadir, karena dilihat dari rundown acara hari Sabtu adalah jadwalnya registrasi peserta dan voter kongres.

Ketua umum PSSI baru, Semangat baru

Kongres PSSI 2017 ini adalah kongres pertama PSSI di bawah kepemimpinan baru, yaitu bapak Edy Rahmayadi. Ada banyak harapan yang mengemuka kepada ketua umum yang sekaligus Pangkostrad ini, semoga ditangannyalah kebangkitan sepakbola Indonesia bisa terwujud.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mantan kapten timnas, Firman Utina, yang berharap kongres PSSI kali ini bisa membuat liga berjalan dengan berkualitas, profesional dan bermartabat. Firman percaya, Edy Rahmayadi faham betul bagaimana kekurangan dan kelebihan sepak bola Indonesia sehingga bisa melahirkan solusi-solusi terbaik demi terciptanya liga yang berkualitas.

Salah satu hal buruk yang mesti dibenahi dari kompetisi sebelumnya yaitu masalah tunggakan gaji pemain. Seperti diketahui, meski bertajuk liga profesional ternyata masih saja ada beberapa klub yang menunggak gaji pemain. Masalah ini semoga bisa diperhatikan dan dituntaskan dengan baik oleh PSSI, pungkas Firman.

Kongres PSSI 2017-Firman Utina

Pengakuan kembali klub “bermasalah”.

Salah satu hal penting dan cukup dinanti oleh pecinta sepakbola adalah status dari 7 klub terhukum PSSI. Sebagaimana diketahui ada 7 klub sepakbola yang dihukum/dibekukan oleh PSSI rezim sebelumnya. Tujuh klub itu adalah Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Kota Bekasi.

Dari kongres ini dihasilkan keputusan untuk mengakui kembali ketujuh klub terhukum dan diperbolehkannya untuk mengikuti kompetisi. Untuk Persebaya Surabaya ditempatkan di Divisi Utama, sedangkan 6 sisanya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Kota Bekasi berlaga di Liga Nusantara.

Keputusan ini sontak mendapat membuat gembira dari ribuan Bonek, sebutan untuk pendukung setia Persebaya, yang ada di GOR Padjajaran. Mereka sengaja jauh-jauh dari Surabaya hanya untuk mendukung Persebaya untuk mendapatkan kembali pengakuan dari PSSI.

Parade mantan Kapten Timnas Lintas Generasi

Tidak seperti kongres sebelumnya, kongres kali ini PSSI mengundang para mantan kapten Timnas dari berbagai generasi. Tercatat ada 13 eks kapten Indonesia mulai dari Hery Kiswanto (1985-1987), Ricky Yakobi (1987-1990), Ferril Raymond Hattu (1991-1992), Robby Darwis (1992-1995), Sudirman (1996), Fahri Husaini (1997), Aji Santoso (1998-2000), Bima Sakti (2001), Kurniawan Dwi Yulianto (2002), Ponaryo Astaman (2004-2008), Charis Yulianto (2008-2010), Bambang Pamungkas (2010-2012), dan Firman Utina (2012-2014).

Para mantan kapten Timnas ini berdiri dan berjejer di sebuah panggung, dan disebutkan satu persatu namanya. Ditemani ketua umum Edy Rahmayadi dan menpora Imam Nahrawi, para mantan kapten Timnas ini seragam memakai jersey kebesaran Indonesia.

kongres PSSI 2017-kapten timnas

Mereka mengaku terkejut mendapat undangan oleh PSSI di kongres ini, dimana mereka tidak mendapatkannya di kongres-kongres sebelumnya.

PSSI sendiri mengakui bahwa undangan ini sebagai bentuk penghargaan kepada para mantan kapten timnas yang telah berjasa dalam persepakbolaan Indonesia. Tak lupa PSSI meminta doa dan kontribusi para mantan kapten untuk perbaikan PSSI ke depannya.

BACA JUGA YA!Meski Kalah 3 Hal Ini Patut Dibanggakan dari Timnas Indonesia

Dari pantauan saya selama dua hari mengikuti kongres PSSI kali ini setidaknya ada 3 poin penting yang bisa saya dapatkan,

  1. Optimisme. Sepakbola Indonesia dalam satu dekade ini seakan jalan di tempat, kalah jauh dari sepak bola para tetangga macam Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia. Pengaturan skor, tunggakan gaji pemain, kisruh supporter seakan menjadi hal biasa dalam sepakbola Indonesia. Terpilihnya Edy Rahmayadi, dilanjutkan dengan kongres pertamanya menumbuhkan optimisme di jutaan hati pecinta sepakbola untuk sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional.
  2. Profesional. Jika dilihat dari susunan kepengurusan dan program yang diusung saya pribadi menilai PSSI yang sekarang jauh lebih professional jika dibandingkan dengan PSSI sebelumnya. Edy Rahmayadi, sebagai ketua umum adalah orang yang sangat mencintai sepakbola dan faham akan kelebihan dan kekurangan sepakbola Indonesia. Latar belakang beliau sebagai Pangkostrad diharapkan untuk bisa tegas dan professional dalam menegakan peraturan dalam persepakbolaan Indonesia.
  3. Kebersamaan. Meski namanya kongres tapi saya perhatikan di luar ataupun di dalam ruangan tidak ada perdebatan sengit dalam mengambil keputusan. Setiap keputusan yang diambil berdasar kesepakatan bersama. Hal ini berimbas pada suasana kongres yang nyaman dan santai. Tak jarang saya melihat para anggota kongres, para pemain, pelatih atau manajer klub ngobrol bersama, bersenda gurau sambil minum kopi. Saya sendiri tidak canggung untuk berbaur dengan mereka sekedar merekam percakapan mereka atau berpoto bersama.

POTO KONGRES PSSI

Semoga apapun yang dihasilkan dari kongres PSSI 2017 di Bandung ini bisa menjadi tonggak sejarah kebangkitan sepak bola Indonesia, yang selama ini seakan mati suri. Menjadikan sepak bola Indonesia kian berprestasi, professional dan bermartabat.

 

2 thoughts on “Kongres PSSI 2017, Sepakbola Indonesia Yang Profesional Bermartabat

Tinggalkan Balasan