9

Mengasah Kemampuan Beradaptasi Di Tahun Baru

http://tuturahmad.blogspot.co.id/

TuturAhmad – Gegap gempita, dan hiruk pikuk perayaan pergantian tahun sudah lewat beberapa hari yang lalu. Kini saatnya mewujudkan segala resolusi yang diucapkan dan dituliskan ketika perayaan tahun baru kemarin. Bukankah setiap kita selalu beresolusi menjelang pergantian tahun? Apa saja yang akan dilakukan, yang akan diubah, atau apa yang akan ditingkatkan di tahun baru?

Kalau menurut saya, yang paling penting adalah bagaimana kita mampu beradaptasi di tahun baru dengan segala perubahan yang terjadi, dan begitu cepat di tahun baru ini. Percuma kita akan melakukan ini itu, akan mengubah ini itu, akan meningkatkan ini itu, tapi kemampuan adaptasi terhadap perubahan sekeliling begitu minim.

Disadari atau tidak kita hidup di dunia yang sedang bergerak dengan begitu cepat. Teknologi adalah mesin pendorong kehidupan yang memaksa segala hal diseret dengan cepat pula. Akibatnya kita dipaksa untuk mampu mengimbanginya dengan kemampuan beradapatasi.

Adaptasi adalah kemampuan berubah (atau diubah) untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang telah berubah. Sebenarnya setiap kita memiliki kemampuan adaptasi alami atau bawaan. Kemampuan adaptasi alami inilah yang membuat kita mampu hidup di dunia. Bukankah sepanjang hidup kita selalu beradaptasi? Di sekolah, di tempat kerja, di tempat tinggal. Kemampuan beradaptasi inilah yang mesti kita asah terus demi kelangsungan hidup.

Setiap orang berbeda-beda kemampuan beradaptasinya. Ada yang responsive terhadap perubahan, ada yang lamban, bahkan ada yang cenderung menolak dengan perubahan itu. Meskipun menolak perubahan adalah hal yang alami, kapasitas kita dalam beradaptasi mungkin saja jauh lebih besar dari yang kita kira.

Kemampuan beradaptasi lebih dari sekedar menjadi fleksibel. Ini lebih mengenai bagaimana caranya mengembangkan apa yang memang benar-benar mampu kita lakukan dan meningkatkan potensi diri kita. Karena kemampuan ini memang sudah tertanam dari sananya dalam diri kita.

Bagi sebagian orang perubahan adalah hal yang sulit, karena dia ingin terus dalam zona nyamannya, dan menolak apapun yang membuat dia harus keluar dari zona nyaman tersebut. Cara merubahnya adalah dengan banyak melibatkan diri dalam banyak kegiatan, cara, tugas, pikiran, dan pengalaman yang berada diluar kebiasaan zona nyaman kita.

Jadi hal-hal apa saja yang membuat seseorang mampu dengan mudah beradaptasi? Dalam bukunya The Advantage, Emma Sue-Prince, menyebutkan setidaknya ada 4 hal;

Fleksibilitas Intelektual. Hal ini berarti membiarkan pikiran kita tetap terbuka, mampu mengintegrasikan informasi terbaru dengan lancar dan dapat beralih dengan mudah dari hal-hal detil ke gambaran besar (jangka panjang)

Bersikap Menerima. Terutama terhadap perubahan. Mampu merespon perubahan secara positif dan bersedia mencoba cara-cara baru dalam melakukan atau melihat sesuatu. Tidak lupa, mengesampingkan perlawanan yang mungkin terjadi sebagai sesuatu hal yang menjadi respon alami kita.

Kreativitas. Secara aktif mencari hal-hal baru dan tidak takut untuk bereksperimen ataupun berimprovisasi.

Gaya Komunikasi. Gaya komunikasi yang dimaksud adalah yang dapat disesuaikan agar cocok dengan konteks atau situasi yang berbeda. Artinya gaya komunikasi kita harus bisa menjembatani antara kita dengan keadaan yang akan kita masuki.

Dari hal-hal di atas, semuanya bisa dipelajari. Karena adaptasi, sekali lagi adalah fitur bawaan kita selama ribuan atau jutaan tahun.

“Bukan spesies terkuat, maupun yang paling cerdas yang mampu bertahan. Namun spesies yang paling mudah beradaptasi terhadap perubahan” – Charles Darwin.

Ahmad Andriana

9 Comments

Tinggalkan Balasan