Parenting

Mengenalkan Halal Pada Anak Sedini Mungkin

Mengenalkan kata halal kepada anak baiknya dilakukan sedini mungkin. Halal yang dimaksud meliputi definisi, zat, proses, dan cara memperolehnya. Hal ini saya rasa sangat penting mengingat perilaku anak yang sering membeli makanan secara sembarangan hanya berdasarkan kemasan yang menarik.

Sebagai orang tua dari keluarga muslim, saya berpikir persoalan halal dan haram bukan saja masalah akidah atau keyakinan semata tapi juga jaminan kesehatan dari zat yang dikandung, proses pembuatan, dan cara memperolehnya.

Memperkenalkan kata halal sendiri saya mulai dari anak pertama. Waktu itu si sulung baru berumur tiga tahun. Sudah mengenal kebiasaan jajan di warung samping rumah bersama saudara dan teman-temannya. Mulanya saya atau istri menemani guna memandu dia dalam memilih jajanan yang disuka. Kalau anak sudah memilih, terutama jajanan keluaran pabrik, saya selalu nanya; ada cap halal-nya enggak? Dia seketika bertanya, apa cap halal itu. Itulah momen yang memang kami tunggu. Saya dan istri menerangkan apa arti halal itu, tentunya dengan bahasa anak yang bisa dipahami kala itu. Bahwa halal itu artinya boleh atau baik, dan sehat. Bahan yang dijadikan makanannya bukan hasil curian, tidak kotor, dan tidak membahayakan. Makanya dicap oleh pemerintah.

Memang tidak semua jajanan anak memiliki cap halal, terutama jajanan hasil olahan industri rumahan. Kami memaklumi itu, sudah jadi rahasia umum kalau masalah cap/logo halal sekarang sudah dikomersilkan. Sebuah merk makanan untuk dapat logo halal konon butuh proses panjang dan dana yang lumayan.

Tapi minimal saya tekankan ke anak saya, ambilah makanan yang bercap/logo halal. Itu untuk jajanan pabrikan, biasanya ini berlaku jika kami belanja di supermarket. Tapi jika jajan di warung sebelah dan yang diambilnya adalah jajanan kue rumahan kami hanya menganjurkan pilih yang bersih saja. 

Setiap orang tua pasti punya cara sendiri mengenalkan halal pada anak-anaknya. Ada beberapa cara yang bisa dipraktekan, setidaknya ini yang kami lakukan kepada anak-anak.

1. Mengenalkan Label Halal Pada Kemasan Makanan
Seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Biasakan membeli makanan yang ada logo halalnya. Baik itu jajanan ringan, snack, ataupun ketika kita memilih tempat makan berupa rumah makan atau resto.

2. Mengenalkan Kandungan Zat Pada Makanan
Ini tantangan buat orang tua. Sejauh mana kita orang tua menggali informasi zat-zat apa saja yang masuk kategori haram, terutama yang berbasis hewani. Gelatin misalnya, zat ini banyak terkandung di makanan kemasan. Kita tinggal lihat apakah gelatin dari sapi atau babi.

3. Menunjukkan Makanan dan Minuman Haram 
Saat mengajak anak berbelanja di supermarket, kenalkan anak pada makanan dan minuman yang tidak halal (haram). Ada kemasan kaleng daging babi, atau minuman beralkohol misalnya. Terangkan kenapa dua makanan dan minuman itu haram/tidak halal.

4. Mengunjungi Pameran Produk Halal/Halal Fest
Sekali-kali ajaklah anak dan keluarga ke acara pameran produk halal atau halal fest. Di tempat tersebut anak-anak akan melihat banyak makanan halal dan sudah memiliki sertifikat halal. Tentunya ini dapat menambah wawasan anak, dan membiasakan anak dalam memperhatikan makanan halal.

5. Bacakan Ayat Al Quran dan Hadits Mengenai Makanan Halal
Mengenalkan halal dan haram pada makanan bisa dengan mengenalkan dalil-dalil yang bersumber dari Al Quran dan hadits nabi. Ajaklah anak untuk membaca, mengkaji, atau menghafalkan ayat atau hadits yang berkenaan dengan kehalalan makanan dan minuman. Surat Al Maidah ayat 3 misalnya.

6. Mengenalkan Halal Melalui Cara Mendapatkannya
Halal tidak semata dilihat dari zatnya saja tapi juga dari cara memperolehnya. Katakan kepada anak bahwa jika secara zat makanan itu halal tapi kemudian kita mencurinya maka makanan itu jadi haram untuk dimakan.

7. Ajak Anak Untuk Mengikuti Info Halal
Ada banyak informasi yang kita bisa dapat tentang halal, baik dari media massa maupun internet. Kita bisa ajak anak untuk mencari informasi halal melalui internet. Kita bisa buka situs www.halalguide.com, www.halalmui.org misalnya. Di situ ada berbagai merk makanan yang telah memiliki logo dan sertifikat halal. 

Dengan mengenalkan halal dan haram sedini mungkin pada anak diharapkan akan terlahirnya generasi yang memiliki jiwa dan tingkah laku yang bersih, serta berakhlak mulia. Aamiin


Tags :