Review

Persib Dan Nilai Sebuah Brand

Persib dan Nilai sebuah Brand - http://tuturahmad.blogspot.co.id/

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah berita di portal olahraga, dua turnamen sepak bola di Indonesia terpaksa mengundurkan jadwal pertandingan karena menunggu kesiapan Persib Bandung.

Dua turnamen itu adalah Piala Walikota Padang dan Piala Gubernur Kalimantan Timur. Persib Bandung adalah salah satu peserta yang diundang dalam dua perhelatan tersebut.

Piala Walikota Padang diikuti oleh 8 tim. Persib merupakan juara bertahan di turnamen yang dimulai tahun 2015. Sedangkan Piala Gubernur Kaltim direncanakan diikuti oleh 12 tim yang mayoritas tim papan atas ISL.

Tapi kemudian kedua gelaran itu terpaksa diundur dari jadwal semula. Karena Persib belum memberi kepastian akan keikutsertaannya dalam dua turnamen tersebut.

Kenapa panitia begitu ngotot ingin Persib ikut dalam turnamen? Usut punya usut ternyata ini menyangkut sponsor dan rating acara TV. Pihak TV tidak mau menyiarkan jika Persib tidak ikut serta dalam turnamen. Alasannya karena Persib sebagai tim besar dengan basis suporter fanatiknya yang tersebar di Indonesia maupun di luar negeri. Pertandingan Persib selalu mampu menyedot perhatian khalayak pecinta bola dan memiliki rating yang sangat tinggi. Luar biasa!

19 tim ( 8 tim Piala Walikota Padang dan 11 tim Piala Gubernur Kaltim) terpaksa mesti sabar dan berbesar hati akibat “ulah” Maung Bandung ini.
Persib belum memberikan keputusan keikutsertaan karena memang timnya yang belum terbentuk pasca ditinggal beberapa punggawa, ditambah perginya sang allenatore Djajang Nurjaman ke Italia.

NILAI SEBUAH BRAND
Dari kasus di atas setidaknya kita bisa tahu betapa terkenalnya Persib, betapa berpengaruhnya Persib di kancah sepak bola nasional, dan betapa bernilainya Persib dari sisi komersial.

Sejarah, prestasi, basis suporter, dan profesionalisme yang dimiliki Persib dengan sendirinya telah menjadi brand yang begitu kuat dan bernilai di ranah sepakbola Indonesia.

Nilai jual. Nilai inilah yang jadi rujukan pihak televisi ketika keukeuh meminta panitia agar membujuk Persib untuk ikut dalam turnamen.

Apapun yang diperoleh Persib dalam dunia marketing mungkin bisa disebut  brand equity, yaitu suatu nilai yang didapat dari memiliki sebuah nama brand yang dikenal secara luas.

Semakin dikenal sebuah brand maka semakin besar peluang brand tersebut dimonetized. Maka, nilainyapun semakin tinggi. Dan Persib Bandung memiliki brand yang sanagt layak jual.

MENGUKUR PERSONAL BRANDING
Kadang saya berpikir (berkhayal) bisakah perusahaan kita, diri kita, dan keluarga kita memiliki brand equity yang kuat di masyarakat?

Bisakah kita membuat orang-orang disekitar begitu kehilangan saat kita tidak ada karena keberadaan kita begitu bernilai di mata mereka?

Bisakah lingkungan rumah kita begitu membutuhkan keberadaan keluarga kita dan menganggap keluarga kita sebagai rujukan kebaikan?

Mungkin saatnya kita mengukur nilai diri dan keluarga kita di masyarakat.
Mulailah bertanya pada diri sendiri “ingin seperti apakah kita dikenal oleh orang lain?”.

Karena personal branding adalah cara kita memasarkan diri kepada masyarakat atau komunitas yang kita kehendaki.

Wallahu ‘alam
Tags :