2

Shooting SYAAMIL NOTE, Berbagi Peran dalam Kehidupan

Beberapa hari lalu saya mencicipi pengalaman jadi artis. Ya, saya melakukan shooting untuk iklan SYAAMIL NOTE, yaitu salah satu produk terbaru dari SYAAMIL QURAN.
Shooting di lakukan di beberapa tempat sesuai tema scene yang dibuat. Ada yang di ruangan kantor, rumah dan pasar. Saya sendiri kebagian shooting dengan lokasi di rumah. Lokasinya di perumahan Kembar Timur kalau tidak salah. Rumahnya enakeun, luas, dengan komposisi ruangan yang nyaman. Diantara ruang keluarga dan dapur ada ruang terbuka, di tengahnya ada meja kayu. Di situlah kita break sambil makan dimsum.

Meja kayu tempat istirahat

Ruang keluarga tempat shooting
Saya berperan menjadi seorang ayah yang memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan. Dimas dan Kayla. Dua anak saya itu ceritanya sangat menyukai bermain games, baik di komputer maupun di gadget. Kalau sudah bermain games mereka sampai lupa waktu, dan susah diajak belajar. Saya sudah coba tawarkan buku-buku cerita islami untuk dibacakan ke mereka tapi mereka menolaknya.

Adegan dalam shooting
“Kakak, ade sudah dong main gamesnya. Nih, Ayah punya buku cerita islami bagus lho. Ayah ceritain ya, mau gak?”  Itu dialog (tepatnya monolog, sebab kedua anak tidak menjawab ) Itu scene pertama.

Di scene kedua, saya dan dua anak saya bermain games A Ba Tayang ada di SYAAMIL NOTE. Tampak kedua anak saya begitu enjoy memainkan permainan yang ada di SYAAMIL NOTE. Di sela-sela permainan itu saya sebagai Ayah berbicara ke kamera, sebuah testimoni tentunya.
“Alhamdulillah, saya dan keluarga sudah menggunakan SYAAMIL NOTE. Aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya sangat bermanfaat. Salah satunya adalah game A Ba Ta ini, yang memperkenalkan huruf-huruf Hijaiyyah dengan sangat menarik. Begitupun dengan cerita-cerita islami di dalamnya”. Itulah testimoni saya sekaligus adegan terakhir dalam shooting saya.
O iya, SYAAMIL NOTE adalah Smartphone Islami pertama di dunia berbahasa Indonesia yang super lengkap dari Sygma CMC. Sebuah smartphone yang diperuntukkan bagi mereka yang menuntut mobilitas serba cepat, dimana umat muslim membutuhkan teknologi yang memberi kemudahan dalam mendapatkan panduan menjalani ibadah dan dakwah. Untuk itulah, Sygma Creative Media Corporation (Sygma CMC) sebagai perusahaan penerbit Al Quran yang juga bergerak di industri kreatif, melahirkan produk terbarunya, SYAAMIL NOTE, smartphone android yang didalamnya dilengkapi aplikasi built in islami paling lengkap. 
Dari shooting iklan SYAAMIL NOTE ini saya jadi punya pengalaman, pengetahuan juga pelajaran. Pengalaman tentunya ini adalah moment pertama saya berakting di depan kamera. Pernah sih dulu waktu kuliah tingkat satu main teater, tapi cuma di sanggar kampus saja, tidak sampai profesional apalagi hingga berakting di depan kamera. Seneng aja. Suasananya akrab, apalagi kalau terjadi salah dialog atau salah pengucapan, sontak kita terbahak.
Pengetahuan sayapun tentunya bertambah, terutama dalam hal seni peran dan pembuatan script. Saya suka kalau ditantang membuat script. Pernah beberapa kali juga dalam perusahaan lomba membuat script iklan, Alhamdulillah saya dan tim selalu menang. Saya jadi tahu, ternyata shooting itu begini ya, dialognya itu ga asal dialog ya, mesti jelas artikulasinya, mesti tahu apa yang mesti ditekankan sebagai messege sebuah iklan. Saya juga jadi tahu ternyata mau take aja mesti nunggu giliran ya, saya sampai nundutan nunggu giliran take =D Kebayang aja kalau shooting sinetron yang kejar tayang tiap hari, beuh!
Pelajaran yang saya peroleh dari shooting perdana ini adalah saya jadi berpikir inilah kehidupan. Maksudnya adegan dalam shooting ini adalah mirip dengan kehidupan. Dalam shooting kita dituntut untuk memerankan peran yang diamanahkan dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh dalam adegan shooting kita serakah dengan ikut memerankan karakter yang diamanahkan ke orang lain. Misalkan, saya kemarin memerankan seorang Ayah, tugas saya adalah memerankan tokoh Ayah dengan sebaiknya. Tidak boleh jika kemudian  saya juga memerankan anak dalam waktun yang bersamaan, itu tidak sesuai skenario. Nah, kalau peran sudah tidak sesuai skenario maka adegan pun akan kacau, dan tujuan yang ingin dicapai dari shooting itupun tidak di dapat.
Ketika kita memerankan peran sesuai dengan skenario dengan baik, maka adegan yang dinginkan akan tercapai, pesan yang diinginkanpun akan terwujud.

Pun, dengan kehidupan kita. Allah menakdirkan kita hidup di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai peran. Ada peran yang berat, ringan, besar dan kecil.  Ada yang jadi RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, hingga Presiden. Ada yang jadi staf, manajer, General Manajer, direktur bahkan CEO. Ada yang jadi Ayah, Ibu, juga Anak.
Semua memiliki peran masing-masing dalam adegan kehidupan ini. Semua dituntut untuk memerankan perannya. Semoga, kita semua bisa memerankan peran yang Allah amanahkan ke kita saat ini dengan sebaik-baiknya.

Sekitar jam tujuh malam shooting selesai, saya dan kru pulang ke kantor. Alhamdulillah, meski tidak sempurna saya telah menyelesaikan peran dalam adegan itu. Semoga sayapun bisa memerankan “peran” kehidupan yang Allah amanahkan ke saya, sebagai suami, ayah, anak, karyawan dengan baik. Aamiin.

Ahmad Andriana

2 Comments

  1. Eciyeee … jadi artis neh …
    Btw, Syaamil Not emang keren banget ya. Lengkap banget kontennya.
    Cocok dioptimalkan buat bulan Ramadhan.

Tinggalkan Balasan