0

Info Promo Alfamart yang Membuat Semangat

Produk Alfamart
Tuturahmad.com – Setiap akhir pekan, kalau tidak hari Sabtu atau Minggu, saya selalu mengantar istri belanja kebutuhan sehari-hari. Kami memang bukan tipe keluarga yang suka belanja banyak untuk stok selama sebulan. Kami lebih senang belanja mingguan. Ada alasan mengapa kami lebih memilih belanja mingguan daripada belanja bulanan. 
 
Pertama, kami lebih memilih membeli sesuatu yang memang kami butuhkan saat itu dari pada membeli sesuatu yang mungkin suatu saat kami butuhkan. Kedua, tempat belanja langganan yang dekat dengan rumah menjadikan kami tidak perlu khawatir jika suatu saat butuh sesuatu. Ketiga, itung-itung jalan-jalan seminggu sekali bersama keluarga.
 
Untuk tempat berbelanja kami sebenarnya tidak pilih-pilih, mau belanja di manan pun tidak masalah. Yang penting lengkap, murah, dan nyaman.
 
O iya, untuk tempat langganan berbelanja kebutuhan keluarga kami memilih Alfamart
 
Pemilihan ini tidak semata-mata karena jaraknya yang dekat dari rumah tapi karena di Alfamart barangnya lengkap, harganya murah, tempatnya nyaman, dan pelayanan yang ramah. Anak-anak pun sangat senang jika diajak berbelanja ke Alfamart.
logo alfamart terbaru
Masalah harga kami tidak perlu khawatir, karena harga barang-barang di Alfamart sangat terjangkau. Kalau ingin tahu harga terbaru, kami tinggal akses saja ke website-nya Alfamart. Atau bisa juga dengan menggunakan aplikasi Alfamart, Alfagift, khusus untuk android yang bisa didownload. Di sana kita bisa melihat berbagai macam barang kebutuhan dan harganya. Kita juga bisa tahu info promo Alfamart  yang sedang berlangsung dan barang apa saja yang sedang promo harganya.
 
Pihak Alfamart sendiri sering melakukan penyebaran selebaran info promo secara door to door. Berkeliling ke pemukiman menyebarkan selebaran yang di dalamya tertera beraneka barang yang sedang promo di Alfamart.
 
Cara ini terbilang cerdas, karena tidak semua keluarga terutama ibu-ibu yang melek internet dan bisa mengakses website Alfamart. Dengan bergerilya membagikan brosur info promo maka peluang menarik minat masyarakat untuk berbelanjapun semakin besar.
 
Info promo Alfamart adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh istri saya, mungkin juga dengan ibu-ibu yang lain, maklum namanya juga ibu rumah tangga, yang namanya promo barang pasti membuat mereka bersemangat belanja. 
 
Saya sebagai suami juga pastinya ikut senang, sebab dengan adanya barang promo setidaknya bisa memangkas biaya belanja. Malah kita bisa membeli barang lain dari sisa uang karena adanya promo tersebut. Lumayan kan. 
 
Di Alfamart juga ada produk HBPL (House Brand/Private Label) yaitu produk yang dikemas khusus dalam sebuah kemasan yang tertera identitas tempat yang menjualnya dan produk itu hanya dapat diperoleh ditempat tersebut. Misalnya, gula pasir dengan kemasan yang berlogo huruf A, logonya Alfamart, itu adalah gula pasir produk dari Alfamart dan hanya ada di Alfamart.
 
Produk Alfamart
 
Pembuatan produk HBPL itu bertujuan untuk memberikan pilihan produk berkualitas baik dengan harga yang terjangkau kepada konsumen. Karena itu, produk-produk yang dikeluarkan oleh Alfamart adalah produk-produk yang dibuat oleh pabrik-pabrik besar dan terpercaya dibidangnya.
 
Selain bekerjasama dengan produsen-produsen besar, Alfamart pun turut serta membantu para produsen kecil dengan skala UKM dalam memasarkan produk mereka. Hal ini dimaksudkan agar Alfamart berkembang dan maju bersama para pengusaha kecil sesuai dengan salah satu visi Alfamart yaitu pemberdayaan pengusaha kecil. Luar biasa.
 
Pemilihan tempatnyapun sangat strategis dan mudah diakses oleh pelanggan. Itu sebabnya setiap gerai Alfamart selalu ramai dikunjungi orang yang hendak berbelanja.
 
Berbelanja ke Alfamart bersama keluarga, apalagi kalau ada info promo Alfamart membuat belanja semakin semangat!
 
 
 
Tanda2BTangan2BAhmad2Bmiring-1
2

10 Kiat Mengenalkan Fungsi Uang Kepada Anak

fungsi uang
Tuturahmad.com – Salah satu permasalahan yang biasa terjadi antara anak dan orang tua (terutama ibu) dalam sebuah keluarga adalah uang jajan. Mulai dari jumlah, kapan memberikan, untuk apa, dan ketentuan lainnya yang memang sulit terjadi kemufakatan antara anak dan orang tua.
 
Fakta yang tak terbantahkan adalah sebagian besar kita, orang tua, kadang begitu gamang menghadapi persoalan ini. Berbagai keraguan bergayut dalam pikiran kita. Kapan sebaiknya uang jajan diberikan? Berapa banyaknya?
 
Jika sudah begini sering terjadi salah komunikasi yang fatal antara orang tua dengan anak. Anak membutuhkan uang jajan, sementara orang tua takut-takut memberikannya.
 
Persoalannya sekarang adalah bagaimana caranya agar anak-anak mengenal fungsi dan makna uang dengan baik? 
 
Kenalkan Fungsi Uang Kepada Anak
Membangun fungsi uang kepada anak, termasuk di dalamnya mengenalkan nilai uang, bagaimana belanja yang benar, bagaimana menggunakan uang saku, tabungan, dan sebagainya. Tujuan pengenalan ini adalah agar anak dapat bersikap benar dalam menggunakan uang dalam kehidupan sehari-hari.
 
Rasulullah saw. Memberikan perhatian besar terhadap masalah ini. Hal ini dapat terlihat dari pengarahan-pengarahan yang beliau berikan kepada anak. Bahkan beliau sendiri telah ikut berdagang dan mengelola uang sejak kecil ketika diajak pamannya berdagang.
 
Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. Berpapasan dengan Abdullah bin Ja’far, anak paman nabi, yang sedang berjualan dengan anak-anak yang lain. Kemudian beliau mendoakannya,” Ya Allah, berkahilah ia dalam dagangannya.” Rasulullah saw. Tidak malu melihat sepupu kecilnya berdagang dan beliau malah mendoakannya.
 
fungsi uang
Berikut ini ada 10 kiat mengenalkan fungsi uang kepada anak yang bisa dipraktekan para orang tua kepada anaknya.
 
1. Fahami Situasi dan Usia Anak
Kebanyakan anak uasia 2,5 sampai 5 tahun belajar atau beranggapan bahwa belanja adalah untuk memperoleh permen, makanan ringan, mainan, buku mewarnai, boneka, dan lain sebagainya. Setelah usia mencapai 4 dan 5 tahun, keinginan semakin bertambah dan biasanya disertai dengan tangisan memilukan.
 
Di saat seperti ini orang tua biasanya menyerah dan akhirnya mengabulkan keinginan si anak. Ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan; 
  1. 1. Berikan aturan kepada anak setiap kali kita hendak berbelanja. Tanpa mengurangi kebahagiaan saat berbelanja, katakan pada anak belilah barang yang telah disepakati bersama.
  2. 2. Katakan pada anak bahwa yang akan dibeli hanya yang tercatat di daftar belanjaan ibu saja. Memahami apa dan bagaimana keperluan orang tua ketika belanja bersama di pasar, adalah hal lain yang penting diketahui anak.
  3. 3. Berusaha konsisten jika anak meminta ini dan itu. Ini penyakit ketika anak ikut belanja bersama. Berusahalah tegas pada peraturan semula. Kalaupun memang ada hal yang dibutuhkan dan mesti dibeli, segeralah komunikasikan dengan si anak.
  4. 4. Percepat belanja dan segeralah pulang. Jika kita menyerah sekarang, kita akan mengalami kesulitan di masa yang akan datang. Inilah salah satu tanda dan situasi yang dapat kita lihat bahwa sudah waktunya anak diajarkan mengenal uang sejak dini.
2. Memberikan Uang Saku
Pemberian uang saku hendaknya mulai diberlakukan ketika anak mulai memiliki kebutuhan untuk membeli ini dan itu di toko. Besarnya uang saku hendaknya disesuaikan dengan kemampuan si orang tua. Sangat tidak baik jika orang tua memberikan uang dalam jumlah besar kepada anak.
 
Mulailah dengan nominal yang kecil, Rp 4000 misalnya. Ketika memberikan uang saku tersebut, ajak dialog si anak untuk membantu memberi pemahaman akan penggunaan uang tersebut. Berapa buat jajan, berapa buat nabung, dan berapa buat infak/sedekah.
 
3. Bijak Menghadapi Permintaan Anak
Dengan bertambah besarnya anak, permintaannyapun semakin meningkat. Baik bentuk, harga, dan banyaknya. Permintaan yang tadinya hanya sekedar panganan kecil berubah menjadi barang-barang yang mahal. Sering kali kita tidak tega untuk menolaknya dan mencoba untuk memenuhinya.
 
Masalah akan timbul ketika orang tua sedang tidak punya uang kemudian anak meminta dibelikan sesuatu yang mahal maka yang terjadi adalah orang tua akan marah, mengkritik, dan bahkan menceramahi si anak.
 
Ada dua hal yang mestinya dilakukan si orang tua dalam menghadapi situasi seperti ini. Pertama, berikan waktu kepada si anak untuk memahami nilai uang. Karena tujuan kita adalah bagaimana anak dapat mengendalikan pengeluaran uang dan bukan dikendalikan oleh uang.
 
Kedua, tanamkan pemahaman dan tanggung jawab penggunaan uang. Sehingga ketika si anak dewasa kelak dia bisa mengerti dan bertanggung jawab atas uang yang diberikan dari orang tua atau dari hasil jerih payahnya.
 
4. Berikan Uang Tambahan Atas Tugas yang Diselesaikan Anak
Pemberian uang tambahan ini sebagai “bayaran” atas tugas yang diberikan orang tua di rumah. Beri pengertian kepada anak bahwa uang yang Anda berikan bukan uang saku. Uang saku merupakan salah satu alat atau cara untuk mengenalkan nilai uang pada anak. Sedangkan uang tambahan bertujuan untuk mengajarkan anak cara halal mencari tambahan uang saku.
 
Yang harus diperhatikan orang tua adalah, jika ingin memberikan uang tambahan maka tentukan dahulu berapa kita akan membayar hasil kerja si anak. Jangan terlalu murah tapi jangan juga terlalu mahal untuk pekerjaan yang tidak dikerjakan dengan baik.
 
Catatlah pekerjaan yang telah dikerjakan anak dan berikan uang yang dijanjikan segera setelah pekerjaannya selesai.
 
5. Buatlah 3 Macam Tabungan
  1. 1. Tabungan Jangka Pendek. Dikhususkan untuk keinginan dan kebutuhan segera. Untuk simpanan ini biarlah anak yng memutuskan akan membeli apa.
  2. 2. Tabungan Jangka Panjang. Dapat ditabung di bank dengan menggunakan buku tabungan atas nama orang tua dan anak. Simpanan ini bukan untuk tabungan kuliah tapi untuk membeli keinginan atau keperluan anak yang harus diputuskan bersama orang tua.
  3. 3. Tabungan Untuk Infak/Sedekah. Tabungan ini adalah untuk mengajarkan anak bahwa di dalam uang kita ada hak orang lain, yaitu fakir miskin. Jadi sejak kecil si anak sudah diajarkan untuk tidak pelit berzakat, sedekah, dan infak.

fungsi uang

6. Ajarkan Anak Mencatat Pengeluaran dan Melaporkannya.
Ajarkan anak untuk mencatat semua pengeluarannya. Hati-hati jangan sampai mengomentari pengeluaran anak yang menurut kita pemborosan. Tanda tangani saja laporannya dan tuliskan pesan misalnya cobalah untuk lebih hati-hati dan memikirkan dahulu  sebelum membelanjakan uang.
 
Hal ini akan mendorong anak untuk jujur dan mengetahui kesalahannya. Insya Allah mereka akan terus memperbaiki perilakunya.
 
7. Hindari Menyogok dengan Uang Saku
Menggunakan uang saku untuk membuat anak mengerjakan tugas rutin sebagai anggota keluarga bukan sikap yang tepat. Misalnya meminta anak untuk membereskan tempat tidur dengan iming-iming penambahan uang saku.
 
Jika kita menyogok anak untuk mengerjakan tugas rutin sehari-hari dengan uang saku, semakin besar anak akan terus menuntut orang tua untuk memberikan uang yang lebih banyak. Pada akhirnya, anak tidak belajar untuk bertanggung jawab sebagai anggota keluarga.
 
8. Evaluasi Kenaikan Uang Saku
Ajarkan kepada anak bahwa kenaikan uang saku itu dapat dibicarakan dan dinegosiasikan. Biasanya waktu yang tepat untuk membicarakan kenaikan uang saku pada rapat keluarga. Dan ajarkan juga kepada anak untuk mampu memberikan bukti bahwa anak butuh uang saku lebih banyak.
 
Berikan penghargaan ketika anak mampu mengatur keuangannya dengan baik. Memberikan perhatian khusus ketika anak sudah menunjukkan kemampuan untuk menggunakan uang dengan bijak.
 
Sesekali berikan semangat pada anak dan katakan bahwa tidak semua yang dibeli teman harus kita beli juga kalau kita tidak membutuhkannya. Hal ini dilakukan guna mengajarkan kepada anak perbedaan kebutuhan dan keinginan sejak dini sehingga setelah dewasa anak sudah mampu belajar menahan diri.
 
9. Berikan Uang Saku Sesuai Usia
Memberikan uang saku sebaiknya disesuaikan dengan umur anak. Memang akan ada perasaan tidak adil di hati orang tua ketika memberikan uang saku yang berbeda. Tapi makna adilpun bukan berarti harus sama dalam jumlah. Adil dalam hal ini adalah sama-sama diberi tapi dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
 
Berapa jumlah uang saku yang harus diberikan sangat tergantung dari penghasilan keluarga dan apa saja kebutuhan anak yang harus dibayar sendiri oleh anak.
 
10. Beritahu Anak Pengeluaran Orang Tua
Anak-anak yang sudah mengerti harga sebuah mainan adalah anak yang sudah siap untuk memahami sedikit tentang pengeluaran keluarga. Misalnya ketika belanja dengan ibunya, tagihan telepon, tagihan listrik, dan pengeluaran bulanan lainnya.
 
Jangan ragu untuk menyerahkan bon-bon kepada anak untuk dihitung pengeluarannya, misalnya ketika makan ke luar di restoran atau ketika membelikan buku dan mainan.
 
Jangan buat anak tertekan dengan pengeluaran yang kita lakukan. Atau memberikan nasihat panjang lebar agar dia berhemat. Tujuannya agar anak menjadi tahu berapa beban pengeluaran keluarga per hari.
 
Membicarakan uang dengan anak memang susah-susah gampang, perlu kesabaran ekstra dalam menjelaskannya. 10 Kiat Memperkenalkan Fungsi Uang Kepada Anak hanyalah sebagian kecil dari cara-cara lain yang bisa orang tua coba. Semoga bermanfaat.

Tanda Tangan Ahmad