5

Membuat  Website Sendiri di Domainesia Mudah dan Serasa Jadi Raja

blogging, website, domainesia

Sebelumnya, saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun untuk Domainesia yang ke 8. Semoga tetap menjadi penyedia Domain dan Hosting terbaik dan termurah di Indonesia.” Bersama Domainesia, saya memiliki cerita bagaimana cara mudah membuat website sendiri, membuat blog, dan migrasi blog di Domainesia.

Pertama kali saya ngeblog adalah ditahun 2010 dengan platform gratisan, Blogspot.com. Hingga tahun 2015, entah sudah berapa puluh blog dengan berbagai kategori yang saya buat. Biasalah, saya adalah blogger moody. Bikin blog tema ini, hanya tahan beberapa bulan setelah itu tinggalkan. Begitu seterusnya.

Hingga kemudian di tahun 2015 awal, saya membuat blog personal ini, Tuturahmad.blogspot.com. Saya tekadkan blog ini harus jalan. Sudah saatnya saya memiliki blog -meski gratisan- yang ‘hidup’ dan menghidupi. Sudah saatnya saya membuat website sendiri. Jujur saya iri sama teman-teman yang memiliki blog dan mereka memiliki penghasilan dari aktifitas bloggingnya, entah itu dari Google Adsense, review produk, ataupun content placement.

Dari aktifitas ngeblog ini, Alhamdulillah, saya jadi kenal dan bersahabat dengan beberapa blogger kondang. Bahkan kemudian kita membuat group di WA sebagai ajang silaturrahmi dan saling tukar informasi. Bagi saya yang blogger pemula tentu sangat senang dengan pengakuan ini. Saya banyak bertanya ini dan itu. Namun, hanya satu yang bikin saya agak minder; blog saya masih gratisan, masih blogspot.

Memang banyak yang menyemangati saya untuk nyantai aja, yang penting kontennya berkualitas. Tapi ya tetap aja, berasa kurang keren gitu lho kalau belum .com. Apa lagi ada teman yang bilang kalau mau dapat job review atau content placement sebaiknya harus sudah .com.

Akhirnya, Agustus 2016 saya ‘nekad’ beli domain dengan mendotkomkan blog saya ini. Saya terngiang ucapan teman yang mengatakan ‘meski harus ngeluarin uang tapi nantinya akan terbayarkan oleh job yang akan diperoleh’. Wuih, semangat deh saya.

Tuturahmad.com. Ih keren banget, itu pikir saya waktu itu mendapati blog saya sudah memiliki domain sendiri. Saya jadi tidak malu lagi kalau ada yang nanya tentang blog saya. Saya pun pede mulai mencari job review.

Namun, meski sudah punya domain sendiri saya masih ada yang belum puas. Ternyata blog saya tidak bisa diakses oleh orang lain kalau nulisnya tuturahmad.com, tidak pakai www. Jadi kalau ada teman yang mau lihat blog saya mereka harus nulis di browser dengan lengkap; www.tuturahmad.com. Ini membuat saya bingung. Saya sudah coba otak-atik sesuai panduan teman atau google tetap saja seperti itu.

                                                                   Instant Deploy dari Domainesia

Hingga kemudian ada seorang teman yang menyarankan untuk memakai hosting. Itu artinya saya mesti hijrah dong ke WP, sebab blog saya meski sudah domain sendiri namun bawaannya adalah blogspot. Wah, keluar uang lagi nih. Harus nyari penyedia hosting yang murah,  otak saya langsung kalkulasi. Ada enggak ya, hosting untuk pemula yang murah?

Kebiasaan blog walking saya akhirnya membawa manfaat. Adalah seorang blogger hebat bernama Jeng Yuni. Saya sering berkunjung ke blognya yang keren. Suatu ketika saya kaget, kok blognya yang semula blogspot.com sekarang sudah .com.

Dari hasil obrolan, ternyata Jeng Yuni telah hijrah dari blogspot ke .com dan menggunakan hosting pula. Ndalalah, kebetulan. Saya banyak tanya beliau, bagaimana cara mudah membuat website sendiri, membuat blog, dan migrasi blog di Domainesia.?

Ternyata Jeng Yuni pun mboten ngertos, tidak mengerti caranya. Cuma ngasih tahu, beliau migrasi dan beli hosting di Domainesia, penyedia hosting dan domain termurah. Itu kata Jeng Yuni.

Dilayani Cepat dan Ramah Bagaikan Raja di Domainesia

Saya coba searching Domainesia. Akhirnya ketemu. Domainesia dengan tagline satu-satunya SSD Cloud Hosting Indonesia terbaik untuk beli domain murah dan hosting murah, Fitur Lengkap, Performa Tercepat, Aktivasi Kilat!

                                                        Website Domainesia hasil searching

Ketika saya masuk, langsung disediakan layanan chat dari Domainesia. Yang menyambut dengn ramah saat itu adalah Mbak Anjarini. Kepadanya saya banyak bertanya tentang hosting dan migrasi blog. Ketika masuk tataran teknis Mbak Anjarini akhirnya mengarahkan saya ke bagian teknis, namanya Mas Toto. Mas Toto tidak kalah ramah. Dari Mas Toto inilah saya akhirnya paham mekanisme migrasi dan pembelian hosting ini.

Pada tanggal 24 November 2016 akhirnya saya migrasi ke WP via Domainesia. Yang membuat saya terkesan hingga kini adalah pelayanan yang diberikan Domainesia terhadap saya. Mereka menyadari saya adalah blogger pemula dan ini adalah pengalaman saya membuat webstie sendiri dengan domin dan hosting berbayar, jadi mereka begitu sabar melayani setiap pertanyaan saya.

Sebagai pemula saya waktu itu memilih Hosting Lite, saya pikir ini cocok untuk saya, hosting untuk pemula. Kapasitas 300 MB Space cukup sebagai modal awal saya ngeblog, jika dirasa kurang toh saya bisa upgrade ke depannya.

                                            Bukti pembayaran beli hosting di Domainesia

Selama migrasi, kalau tidak salah waktu itu 2 hari deh,  saya ‘ditemani’ Mas Toto dan Mas Fathan. Kami selalu berkomunikasi via email atau WA. Mereka berdua bergantian ‘ngoprek’ web/blog saya dari instalasi hingga migrasi. Saya, blogger newbie ini tak henti bertanya ‘apakah blog saya baik-baik saja? Kapan bisa dipakai?’ Ndeso banget ya, Hehehe. Hingga kini pelayanan cepat dan ramah kru Domainesia masih saya ingat. Tak lupa semua kesan yang saya rasakan ini saya ceritakan ke teman-teman blogger lainnya. Bagaimana kita di Domainesia bisa membuat web dengan nudah, cepat dan diperlakukan bagaikan raja.

Upgrade Hosting Super Murah di Domainesia

Setahun sudah berlalu tanpa terasa. Cpanel web saya memberitahukan bahwa kuota disk hosting saya sudah menipis dan mesti diupgrade. Wah, uang lagi nih. Mahal ga ya? Pikir saya.

Seperti biasa, saya dipandu oleh keramahan Mba Anjarini. Saya upgrade kuota dari yang tadinya Lite 300 MB menjadi Extra 750 MB. Ternyata uang yang harus saya keluarkan untuk upgrade itu murah banget. Hanya Rp. 6. 238,36. Hanya 6 ribuan, murah banget kan!

 

                                            Bukti pembayaran upgrade hosting di Domainesia

Makanya, bagi kalian yang web/blognya masih gratisan terus mau beli domain dan hosting murah atau mau migrasi mending ke Domainesia aja. Ada berbagai macam paket hosting yang bisa kalian pilih. Ada hosting untuk pemula, seperti yang saya pilih, ada juga paket hosting bisnis, dengan kapasitas ekstra.

Untuk masalah harga kalian bisa bandingkan dengan yang lain deh. Saya berani jamin, di Domainesia harganya sudah murah pakai banget. Pokonya cocok banget buat kalian yang ingin membuat website sendiri.

Domainesia Pelayanan yang Penuh Kesan

Saya tidak akan menulis panduan bagaimana caranya daftar dan lain sebagainya, sebab panduan yang ada di Domainesia telah begitu lengkap. Dijamin tidak akan nyasar. Namun, jika boleh saya menyarankan lebih baik via chat saja. Biar kalian akrab dan tahu bagaimana pelayanan ramah yang diberikan oleh Domanesia pada kita.

Domainesia dengan pelayanannya yang cepat dan mengesankan akan membuat orang yang hendak membuat website sendiri merasa menjadi raja. Dua puluh empat jam mereka siap menerima dan melayani kita.

Kini, meski saya tergolong blogger ‘angin-anginan’ –kadang nulis, kadang enggak- namun saya bangga dengan website/blog yang saya miliki. Semenjak migrasi ke WP via Domainesia, website/blog saya tidak pernah error lagi, dan semua orang bisa mengaksesnya, baik dengan www ataupun tanpa www.

Itulah sedikit pengalaman berkesan bersama Domainesia. Senang rasanya saya memiliki satu cerita bersama Domainesia. Domainesia memang luar biasa.

 

6

6 Alasan Masuk Akal Kenapa Blog Saya Memakai Dotcom

blog dotcom-png

Tuturahmad.com – Saya mulai serius ngeblog tahun 2015, waktu itu blog saya masih menggunakan Platform gratisan, yaitu blogspot.com. Tujuan saya ngeblog awalnya hanya mengasah kemampuan menulis saja. Saya biasa menulis apa saja, dari film, buku, opini politik, keagamaan, dan lain sebagainya.

Seiring bertambahnya tulisan, ditambah pergaulan di dunia maya yang semakin luas, banyak teman sesama blogger menyarankan saya meng-upgrade blog saya ke TLD (Top Level Domain), semisal Dotcom atau Dotnet.

“Tulisan antum bagus-bagus, sayang kalau masih di blog gratisan.”

Itu salah satu pernyataan seorang teman mengomentari blog saya. Tapi saya bergeming, memilih untuk tetap setia dengan platform gratisan.

“Kalau ada yang gratis, ngapain juga mesti repot ganti ke yang berbayar”, pikir saya waktu itu. Masuk akal kan?

Pandangan saya kemudian mulai goyah saat ada teman yang menawarkan job review kepada saya, tapi batal karena persyaratannya adalah blognya harus dotcom. Ffffuuhhh…. Kejadian itu terjadi berulang-ulang dari teman yang berbeda, yang mencari para blogger untuk diserahi job review atau placement post. Belum lagi teman-teman saya memiliki blog yang semuanya sudah berplatform Dotcom.

Apa itu Top Level Domain (TLD)?

Akhirnya saya coba pelajari apa itu Top Level Domain  (TLD) dan seberapa penting sih itu buat blog atau situs kita.

Top Level Domain (TLD) adalah kata yang ada di belakang domain yang kita pilih, letaknya berada dibelakang sebuah domain. Domain sendiri artinya sebuah nama unik sebagai identitas dari server yang digunakan sebagai ganti dari deretan angka IP address. Begitulah kira-kira.

Contoh dari kata TLD adalah .com, . net, .org, .edu, dan lain-lain. Lihat saja nama blog ini, tuturahmad.com, nah kata .com itulah TLD-nya.

infographik dotcom untuk blog

(Statistik Global Pengguna dotcom [sumber])

Dari info graphis di atas kita bisa lihat bagaimana pengguna dotcom begitu mendominasi sebanyak 126.938.963 pengguna (79,13%), diikuti dotnet sebanyak 15.368.582 (9,58%). Ini membuktikan kalau domain dotcom banyak digunakan di seluruh dunia.

Kata-kata singkat TLD itu memiliki arti tersendiri sebagai identitas dari situs tersebut. Di bawah ini beberapa contoh TLD dan peruntukannya berdasarkan popularitas penggunaan.

infographik dotcom untuk blog

Dotcom Ternyata Sangat Penting

Akhirnya, pertengahan tahun 2016 ini saya memutuskan untuk meng-upgrade blog saya jadi dotom, dari yang gratisan ke yang berbayar.

Dari yang asalnya www.tuturahmad.blogspot.com menjadi www.tuturahmad.com. Horeee..prok..prok..prok!

Saya melihat ada 6 alasan yang masuk akal kenapa saya mesti mengubah blog dari yang gratisan ke Top Level Domain (TLD) dotcom.

1. Lebih Profesional

Dengan berubahnya blog atau situs kita dari gratisan ke TLD dotcom maka kesan yang didapat adalah lebih professional. Tanpa mengecilkan teman-teman blogger yang masih setia dengan yang gratisan, blog yang menggunakan TLD tampak lebih serius dan lebih terurus. Halah.

Tapi bener deh. Dari kesan profesional itu akan tumbuh rasa percaya dari pembaca terhadap konten yang kita sajikan. Sekarang gini deh, kalau Anda melihat berita di wall Facebook yang datang dari sebuah situs atau blog, Anda lebih percaya mana; berita dari blog gratisan atau berita dari blog yang TLD?

Sebuah blog atau situs yang TLD dotcom secara tidak sadar menumbuhkan kepercayaan pengunjung akan validitas konten yang disajikan dibanding blog atau situs berplatform gratisan.

2. Lebih Percaya Diri

Ini mungkin alasan klise. Ketika kita tergabung dalam sebuah komunitas kadang apa yang kita punya jadi bahan penilaian dari orang lain. Pun begitu dalam dunia blogger, akan lebih membuat percaya diri kalau kita memperkenalkan blog kita dengan embel-embel TLD. Misalkan dotcom atau dotnet.

Saya merasa lebih percaya diri memperkenalkan blog saya ketika sudah TLD dotcom ketimbang masih berplatform gratisan.

3. Lebih Mudah Diingat

Bergantinya domain dari yang gratisan ke yang berbayar membuat nama blog jadi lebih pendek dan mudah diingat. Contoh blog ini, asalnya tuturahmad.blogspot.com, setelah di-upgrade ke dotcom jadi tuturahmad.com.

Hal ini memungkinkan orang lain mudah untuk mengingat blog kita. Ketika nama blog kita mudah diingat orang maka peluang untuk dikunjungi akan terbuka lebar.

4. Lebih SEO Friendly

Saya bukan pakar SEO, jadi untuk hal ini saya tidak bisa berpanjang lebar menerangkannya. Tapi memang ketika kita beralih dari blog gratisan ke yang berbayar atau dotcom maka keterkenalan blog kita di mesin pencari relative meningkat.

Kenapa?

Ketika kita masih berplatform gratisan semisal blogspot.com atau wordpress.com maka kita sedang menggunakan subdomain yang disediakan, tapi kalau sudah dotcom maka kita sudah menggunakan domain sendiri, milik sendiri.

Blog dengan domain sendiri akan sangat SEO friendly dan meningkatkan trafik, karena konten kita di mata SERP akan lebih baik dari sebelumnya.

5. Tuntutan Pekerjaan

Alasan lain kenapa saya beralih ke dotcom adalah karena tuntutan pekerjaan. Ada beberapa rekanan kerja, sebut saja pemberi order, yang mengharuskan blog saya dotcom. Yo wes, saya up grade deh blog saya jadi dotcom.

Untuk teman-teman yang masih ragu untuk pindah ke dotcom, saya hanya mau bilang; kalian tidak akan rugi! Memang awalnya berbayar, tapi tidak besar, bayar setahun sekali, dan itu akan tergantikan dengan order-order yang bisa kamu dapatkan. Ordernya apa saja? Bisa dari job review produk, acara, atau placement post, dll.

Untuk bisa tembus Google Adsense pun akan lebih berpeluang ketika blog anda sudah dotcom. So, masihkan ragu untuk beralih ke dotcom?

6. Tuntutan Bisnis

Selain mencoba serius sebagai seorang blogger, saya juga mencoba menekuni bisnis online. Adapun bisnis yang saya bidik adalah jualan produk online.

Saya sadar, di era digital seperti sekarang ini yang namanya jualan ga mesti keliling kampung ke sana kemari menjajakan dagangan. Sesuai namanya jualan online, maka saya cukup memasarkannya via internet.

Jual beli tanpa tatap muka antara penjual dan pembeli membutuhkan kepercayaan tingkat tinggi. Para pembeli di media online sekarang makin pintar dan kritis. Kepercayaan merupakan modal terbesar sekaligus kunci kesuksesan dalam pasar digital sekarang ini.

Lihatlah info graphis di bawah ini.

infographik blog dotcom

Menurut  survey Verisign thn 2013, 91 % konsumen mencari barang dan jasa secara online. Sebagaimana yang kita ketahui sekarang hampir semua warga Indonesia sudah melek internet. Hal ini tak lepas dari mudahnya akses internet via hape atau android.Orang-orang sekarang bisa mencari barang kebutuhan lewat internet.

Penelitian BCG tahun 2012 menyatakan bisnis yang berinteraksi dengan konsumen tumbuh 40% lebih cepat. Ini bisa dimaklumi, logika sederhananya kalau kita belanja ke sebuah warung dimana pemiliknya ramah, enak diajak ngobrol, bisa diajak nego harga, tentunya kita akan dibuat betah dan malah jadi langganan.

56% konsumen tidak percaya pada bisnis yang tidak memiliki situs web. Konsumen akan mencari informasi di internet sebelum datang secara langsung ke tokonya.

Memiliki web, situs atau blog dengan domain sendiri sangat perlu untuk kita yang mencoba terjun di dunia bisnis online.

Bangunlah eksistensi online untuk bisnis kita, meskipun jualan kita offline.

Saatnya Beralih Ke Dotcom dan Berdayakan Blogmu  

Melihat betapa pentingnya dotcom dalam dunia blogging dan bisnis maka saya sarankan buat teman-teman yang masih betah gratisan, ayolah kita beralih ke dotcom atau dotnet.

Gimana caranya?

Carilah penyedia layanan domain dan hosting yang tepercaya. Salah satunya yang saya rekomendasikan adalah DotComForMe. DotComForMe adalah sebuah kampanye .com yang dikelola TRAM Digital (PT. Talenta Raya Mediatama) sejak Januari 2015.

Melalui kampanye #DotComForBlogging, DotComForMe mengajak para netizen untuk menyadari pentingnya kepemilikan domain .com diera digital, baik untuk kepentingan pribadi, personal branding, maupun untuk kepentigan bisnis, seperti bisnis online.

Untuk mendukung kampanye ini, DotComForme menyediakan layanan pembelian domain di situs DotComForMe untuk mempermudah netizen memperolah domain yang diinginkan. DotComForMe menawarkan harga terbaik dengan sistem pembayaran yang mudah.

Bagi kamu yang mau beli domain di DotComForMe, caranya cukup mudah. Silahkan perhatikan 8 langkah daftar domain kamu di DotComForMe.

cara daftar domain blog

Nah, gimana sobat. Setelah membaca semua penuturan saya tentang betapa pentingnya kita memiliki domain sendiri, apakah masih bergeming dan setia dengan yang gratisan?

Menurut hemat saya, mending cepat beralih ke TLD, pilih dotcom atau dotnet, karena dua itulah yang popular digunakan. Saya jamin kalian ga akan rugi. Sumpah!

Saatnya berdayakan blogmu dengan #DotComForBlogging.

Tanda Tangan Ahmad

banner-01 dotcom png