0

6 Hal Yang Bisa Dilakukan Agar Terhindar Dari Stres

tuturahmad.com – Setiap orang tidak bisa terhindar dari yang namanya stres, baik tua, muda, laki-laki, atau perempuan, bahkan anak-anakpun mengalami stres. Secara definisi stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. Bukan hanya itu, stres juga dapat membuat produktivitas menurun, rasa sakit dan gangguan-gangguan pada mental.

Sebenernya apa sih yang menyebabkan stres itu? Beragam hal yang bisa dijadikan alasan penyebab terjadinya stres;  mulai dari beban hidup, pekerjaan, tugas sekolah, urusan bisnis, urusan rumah tangga, politik, dan lain-lain.

agar terhindar dari stres

Jika stres yang dialaminya sebentar maka tidak mengapa, malah banyak yang menyebutnya alami dan baik untuk kesehatan. Karena ketika kita sedang stres, otak akan melepaskan beberapa hormon ke dalam otot untuk meningkatkan kewaspadaan, liver melepaskan glukosa sebagai tambahan energi, kelenjar keringat akan meningkatkan produksi untuk mendinginkan tubuh dan mengeluarkan toksin, dan lain-lain.

Di dalam tubuh ada hormon yang namanya hormon Kortisol, biasa disebut juga hormon stres. Hormon ini akan keluar jika kita mengalami stres, berbarengan dengan hormon adrenalin. Selama stres yang kita alami tidak berkepanjangan maka keberadaan hormon kortisol pun baik bagi tubuh. Namun, ketika kita mengalami stres terus menerus maka aliran kortisol pun akan membanjiri tubuh dan itu sangat membahayakan.

6 Cara Sederhana Agar Terhindar Dari Stres

Kita dituntut untuk bisa memanajemeni segala tuntutan tanggung jawab dan beban rutinitas untuk bisa mengendalikan stres, disamping melakukan upaya – meski sederhana – dalam mengurangi potensi stres berkepanjangan.

Lakukan 6 cara sederhana ini agar Anda terhindar dari stres berkepanjangan yang membahayakan.

1. Mulailah Berolahraga

Latihan menurunkan jumlah kortisol dalam tubuh bisa dilakukan dengan sejumlah cara. Salah satunya adalah dengan olahraga, ketika kita berolahraga maka tubuh akan melepaskan hormon Endorfin. Endorfin berfungsi meningkatkan mood dan menyebabkan Anda merasa bahagia. Dengan meningkatnya endorfin dalam tubuh yang menyebabkan bahagia maka secara perlahan perasaan stres akan berkurang dalam pikiran Anda.

agar terhindar dari stres

Dengan rutinnya kita berolahraga, tidak saja badan menjadi sehat, lebih bahagia, juga mampu meningkatkan rasa percaya diri. Hal ini diyakini mampu mengurangi perasaan takut dan stres yang menyebabkan tubuh Anda melepaskan kortisol.

2. Coba Latihan Meditasi

Meditasi adalah cara lain yang mampu menurunkan tingkat kortisol dalam tubuh Anda. Meditasi jika dilakukan dengan benar dan rutin maka akan mempu meredam segala bentuk emosi negatif dalam tubuh Anda.

agar terhindar dari stres

Beberapa bentuk gerakan meditasi juga fokus pada menciptakan ketenangan mental dan relaksasi fisik. Gerakan-gerakan ini memiliki manfaat dalam membantu menciptakan perasaan positif sepanjang hari yang akan mengurangi jumlah kortisol dalam tubuh Anda.

3. Mendengarkan Musik

Penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik memiliki efek pada kimia tubuh. Terserah, Anda mau mendengarkan musik apa; dangdut, pop, jazz, rock, atau apapun sesuai selera. Meski lebih baik lagi kalau musiknya yang santai, sebab musik yang santai apa lagi dengan lirik yang positif akan berdampak positif pula pada tubuh Anda.

Sebagai muslim, saya lebih senang mendengarkan murrotal (mp3 ayat-ayat Al Quran) atau Nasyid.  Musik yang baik akan membuat tubuh lebih santai dan bisa mengurangi kortisol tubuh dan meningkatkan mood.

4. Pergi Memancing

Maksudnya tentu memancing ikan ya, bukan memancing keributan hehe. Kenapa aktifitas memancing bisa mengobati stres? Karena dengan memancing Anda akan terpisah dari rutinitas harian Anda, baik secara fisik dan mental. Sambil memancing kita bisa merenungkan masalah dan mencari jalan keluarnya. Berpikir di suasana yang alami sangat baik bagi emosi kita.

Sensasi memancing, terutama ketika ikan menarik umpan juga merupakan pengalaman yang mengasyikan. Tak jarang antara ketawa dan deg-degan saat kita saling beradu kekuatan dengan sang ikan. Melonjak girang sambil tertawa atau menggerutu kecewa adalah akhir dari pertarungan itu. Yang jelas, selain meredakan stres memancing juga membuat kita bisa makan makanan bergiji tinggi, yaitu berupa ikan yang banyak mengandung protein dan omega 3, dimana omega 3 sangat baik dalam menyeimbangkan kartisol dalam tubuh. Tuh kan!

5. Praktek Yoga

Manfaat Yoga sangat banyak dan beragam diantaranya mengurangi stres, penurun berat badan, dan untuk meningkatkan fleksibilitas. Beberapa teknik dan gerakan dalam Yoga bisa digunakan dalam upaya mengurangi stres.

Kombinasi latihan pernapasan, teknik peregangan,  dan meditasi mampu membantu memerangi stres dan meningkatkan ketenangan psikologis.

6. Lakukan Diet

Stres juga bisa ditanggulangi dengan melakukan diet. Kurangi asupan gula, kafein, dan karbohidrat olahan karena dapat memicu stres dan kecemasan. Perbanyak memakan sayuran hijau, buah jeruk dan ikan dapat membantu mengurangi kadar kartisol.

Tingginya kadar kortisol dapat memiliki efek buruk pada kesehatan kita secara keseluruhan. Anda dapat mengurangi jumlah hormon ini dengan mencoba mengubah gaya hidup mulai dari pola makan dan olahraga.

Terkendalinya hormon kortisol dalam tubuh akan memungkinkan Anda terhindar dari stres berkepanjangan, hidup sehat, dan bahagia.

Tanda Tangan Ahmad

2

Sehat dan Bahagia Dengan Berlari

sehat dengan berlari - http://tuturahmad.blogspot.co.id/
Sehat dan Bahagia Dengan Berlari

Usia menjelang 40 itu harus mulai melek kesehatan; mulai menata hidup sehat, memilah mana yang boleh dan tidak boleh dimakan, cari informasi olahraga yang cocok sesuai usia, tanggap terhadap apa yang dirasa aneh oleh tubuh. Misalnya, sudah beberapa hari ini saya merasa pegal di pundak, juga pusing-pusing. Awalnya abai saja, paling juga masuk angin, biasanya juga begitu, pikir saya.

Tapi kemudian, dari apa yang saya baca, ini adalah salah satu ciri penyakit kolesterol yang tinggi dalam darah. Penyakit Kolesterol adalah ketika terjadinya penumpukan kolesterol dalam darah, sehingga aliran darah terhambat, karena mengalami penyempitan. Jika dibiarkan akan menyebabkan penyakit stroke dan serangan jantung.

Pegal pundak dan pusing yang saya alami itupun kemungkinan besar dikarenakan terjadinya penumpukan plak kolesterol dalam darah, sehingga aliran darah yang membawa oksigen ke otak jadi terhambat, itu yang menyebabkan pusing-pusing.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan selain mengubah gaya hidup adalah rutin berolahraga. Jujur saja, akhir-akhir ini saya memang jarang berolahraga. Terakhir olahraga yang sering saya lakukan adalah badminton. Tapi karena grup badmintonnya vakum, otomatis sayapun berhenti berolahraga.


LARI PAGI DAN SORE
Berhubung badminton sedang vakum, olahraga yang bisa dan mungkin saya lakukan dengan segera adalah berlari atau jogging. Maka, jadilah saya ber-jogging ria, lari-lari kecil pagi dan sore. Kebiasaan ini mulai saya lakukan dua minggu belakangan. Tiap sabtu pagi – sore, dan minggu sore.

bantara tempat lari - http://tuturahmad.blogspot.co.id/
Bantaran sungai tempat berlari pagi dan sore

Lokasi yang biasa saya gunakan buat lari adalah bantaran sungai di daerah Arcamanik, kebetulan lokasinya dekat dari rumah. Bantaran sungai itu berupa jalan yang bisa dilalui mobil. Kalau minggu pagi kedua bantaran itu berubah jadi pasar kaget. Penjual sayuran, pakaian, makanan, peralatan rumah tangga, dll, memenuhi kedua sisi sungai tersebut. Makanya kalau minggu pagi saya tidak lari di bantaran ini, cukup jalan kaki saja bareng anak dan istri sambil beli lauk dan sayuran.

bantara tempat lari - http://tuturahmad.blogspot.co.id/
Bantaran sungai hari biasa dan hari minggu

Ketika pertama kali berlari pagi nafas langsung terasa sesak, apalagi tidak melakukan pemanasan. Mata langsung berkunang-kunang, keringat dingin keluar. Baru sepuluh menit lari, selebihnya saya habiskan dengan jalan kaki *namanya juga permulaan*.

Bantaran sungai Arcamanik tempat saya lari memiliki panjang kurang lebih dua kilometer untuk satu sisi. Dimulai dari gang tempat saya masuk hingga di ujung dekat SDN Bina Harapan, di situ ada jembatan yang biasa dipakai kendaraan memutar. Di situ pula saya biasanya memutar menyebrang ke bantaran sungai satunya lagi, melanjutkan lari, dan pulang. Jadi jarak tempuh tiap saya lari (campur jalan kaki) adalah sekitar empat kilometer. Lumayan.

MANFAAT OLAHRAGA LARI
Meski sesudahnya betis terasa pegal-pegal, tapi tidak lantas membuat saya kapok, malah makin semangat. Kalau sabtu paginya lari maka sorenya saya lari lagi. Nyeri otot pundak sudah mulai hilang, dan pikiran terasa fresh.

Bukan cuman itu, manfaat lain olahraga lari bagi kesehatan adalah bisa mengontrol berat badan, jantung sehat, meningkatnya memori otak, kulit jadi lebih sehat, mencegah kanker, dan … murah. Hehehe.

Nah, bagi yang ingin sehat dengan biaya murah cobalah merutinkan diri dengan berlari atau jogging. Imbangi dengan pola makan yang sehat yang mampu melancarkan proses metabolisme dalam tubuh. 

So, Lari yuk!

8

Berolahraga Tanpa Melupakan Usia

PERNAH dengar atau baca kalimat Mens sana in corpore sano?Ya, kalimat itu sesungguhnya adalah ungkapan seorang pujangga Romawi bernama Decimus Iunius Juvenalis dalam sebuah karya sastranya berjudul Satire X,ditulis sekitar abad kedua Masehi. Karya sastra Decimus sejatinya berisi sindiran-sindiran konyol terhadap perilaku masyarakat Romawi kala itu.

Kalimat lengkapnya adalah Orandum est ut sit mens sana in corpore sano, artinya adalah apa yang seharusnya diminta ialah jiwa yang sehat berada dalam badan yang sehat. Seiring berjalannya waktu kalimatnya jadi tidak utuh, hanya menyisakan Mens sana in corpore sano. Kemudian hari kalimat ini dijadikan jargon untuk bidang olahraga dan kesehatan dunia. Di Indonesia sendiri Mens sana in corpore sano diartikan di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.
Eits, ngomong-ngomong tentang sehat, saya pengen ngebahas masalah olahraga. Olahraga kan bikin sehat, iya ga? Ini mengenai saya, juga teman-teman kantor. Kami adalah kumpulan terbuang…, eh kumpulan manusia yang bekerja nyaris 24 jam di depan komputer. Kebayang kan, geraknya cuman jari doang, sesekali mulut yang gerak. Nguap!
Menyadari itu. Kami akhirnya memutuskan berolahraga. Olahraga yang diambil – dengan berbagai pertimbangan- adalah badminton. Lapangannya lumayan dekat dengan kantor. Tiap rabu malam, selepas magrib kita main sampai jam 9 malam.
Lumayan berkeringat, capek. Selebihnya kita capek karena terbahak ha..ha..ha… Permainan asal tepak, asal jingkrak. Motto kami yang terkenal adalah Yang Penting Gaya! Kan tujuannya juga olahraga! Gaya permainan kami jangan dibayangkan seperti atlit badminton. Karena postur dan berat badan sangatlah jauh dari ideal he..he..he…
Cuman kemudian, masalahnya timbul ketika selesai badminton, terutama esoknya. Badan terasa pegal-pegal, otot tegang, terkilir, dan lain sebagainya. Meski tadinya beranggapan itu mungkin efek karena kita jarang gerak, tapi ketika itu rutin terasa kami jadi bertanya; apakah ada yang salah? Mungkinkah berat badan? Kurang pemanasan? Atau usia yang berpengaruh? Saya menaruh kecurigaan pada faktor terakhir ini!

Iseng-iseng searching. Dan, jreng..jreeng!  Dugaan saya ternyata benar. Kami, para  Ayam Kremes ( Ayah muda keren dan bikin gemes) rata-rata usia menjelang empat puluhan, kurang cocok dengan olahraga badminton. Olahraga bandminton memerlukan gerak energik, tenaga, dan stamina yang lumayan. Sedangkan kami, ya ampun naik tangga aja udah ngos-ngosan.

Ayam Kremes. Atlit badminton yang ga banget
 
Dari laman yang saya buka ternyata kita mesti mempertimbangkan usia ketika kita memilih olahraga yang akan diambil. Karena semakin tua usia kita, maka tenaga, kelenturan otot, dan gerak tubuh lainnya akan berkurang. Semakin tua usia kita maka olahraganyapun diperlukan yang geraknya santai, tidak menguras tenaga.
Masuk usia 30-an, olahraga adalah sebuah keharusan. Meski begitu kita tetap mesti sadar diri untuk tidak memaksakan ikut olahraga yang sifatnya kompetitif. Yang slow aja, toh tujuannya sehat, iya kan?
Berikut ini tips memilih jenis olahraga berdasarkan usia yang saya rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.
1. Usia 20-an
Dekade ini sering disebut sebagai puncak metabolisme manusia dimana seluruh fungsi tubuh bekerja dalam kapasitas yang optimal. Pada usia ini semua jenis olahraga tidak menjadi masalah, baik high impact, low impact, maupun yang bersifat kompetitif sekalipun. Tinggal pilih olahraga yang disukai, kemudian berlatih yang baik agar terhindar dari inefisiensi saat beroahraga.
2. Usia 30-an
Ini usia dimana kita rentan terhadap bahaya saat berolahraga. Ini dikarenakan kebanyakan dari kita masih menganggap tubuh kita masih kuat dan bugar layaknya usia 20-an (ga nyadar!). Padahal fungsi organ tubuh kita banyak yang sudah mengalamai perubahan.

Di usia inilah kita mesti selektif memilih olahraga. Ada baiknya memilih olahraga yang lebih berkonsentrasi pada kebugaran kardiovaskular. Olahraga yang dianjurkan adalah bersepeda, berlari, jogging, berenang jarak menengah. Bisa juga dicoba yoga, tai chi ataupun pilates.

Jogging salah satu alternatif olahraga
3. Usia 40 – 50-an
Di usia ini olahraga yang bersifat high impact dan kompetitif sudah tidak memungkinkan. Dianjurkan memilih olahraga yang bertujuan untuk menjaga semua fungsi tubuh dengan baik. Yoga, tai chi, plates, dan senam kesegaran adalah pilihan terbaik untuk usia ini. Bisa juga diselingi dengan berjalan kaki, sepeda santai, dan berenang jarak pendek.
4. Usia 60-an
Di fase usia ini, kita mesti hati-hati dalam bergerak. Jangankan olahraga, aktivitas fisik sederhana saja, berjalan misalkan, bisa memberi dampak buruk bila tidak dilakukan dengan cermat. Itu karena kondisi tulang dan sendi kita di usia ini sangat rentan dan perlu diperlakukan dengan hati-hati.
Memilih untuk tidak bergerakpun adalah pilihan yang berbahaya. Karena jika tidak bergerak, pengeroposan tulang dan penurunan fungsi oragan tubuh akan mudah terjadi.
Jenis olahraga yang cocok untuk usia ini adalah Yoga. Yoga sangat efektif untuk memberikan stimulasi fisik bagi tubuh.

Yoga cocok untuk usia di atas 60 tahunan
So, berapapun usia kita usahakan tetap berolahraga. Biar tetap sehat, tetap ceria, tetap gaya. Sesuai motto: Yang Penting Gaya!