0

Taubat Imam Mukidi

tobat sambel -tuturahmad.com


Taubat Imam MukidiTaubat atau tobat (dalam bahasa kita) secara bahasa berasal dari bahasa Arab; taaba, yatuubu, taubatan, yang berarti kembali. Makna kembali di sini adalah kembali dari segala hal yang tercela menurut norma agama.

 
Sedangkan kalau dilihat secara istilah taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah dari segala perbuatan dosa yang pernah dilakukan, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. 
 
Secara ringkas taubat adalah meninggalkan dan menyesali serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi segala perbuatan tercela.
 
Tumben Soleh
Wuih, tumben ngomongin masalah tobat. Jangan-jangan pemilik blog ini lagi dapat hidayah ya? Hehehe.
 
Ini sebenarnya tema dadakan, tidak disengaja, dan asal tulis. 
 
Awalnya sedang blogwalking. Terbang sana, terbang sini. Terus terkaget-kaget ketika menemukan berita seorang pedangdut senior ditangkap polisi karena ketahuan sedang nyabu. Parahnya lagi, ini adalah penangkapan ke tiga kalinya kepada dirinya. 
 
Kita jangan sebutkan namanya. Kita panggil saja dia Imam. Imam sudah 3 kali ditangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2008, dia ditangkap di Medan karena kasus narkoba, dihukum penjara 14 bulan. 
 
Lalu, pada tahun 2010 kembali ditangkap polisi dengan kasus serupa di apartemennya di Jakarta. Eh, kemarin Sabtu, pelantun tembang Jangan Tinggalkan Aku ini kembali ditangkap untuk yang ketiga kalinya. Sepertinya dapat hadiah gelas deh dari pak polisi.
 
Tobat Sambel
Di atas sudah dibahas mengenai definisi dan makna taubat/tobat. Dan kita semua sepakat dengan definisi, makna, dan maksudnya. Baik secara agama maupun norma.
 
Sayangnya, untuk Sang Pedangdut ini tobat yang dia lakukan adalah tobat sambel. Tahu kan, di masyarakat kita ada istilah Tobat Sambel. 
 
Tobat sambel adalah sebuah majas untuk menggambarkan seseorang yang tidak pernah benar-benar kapok untuk berhenti melakukan sesuatu. Tobat sambel  itu seperti kita makan sambal pedas, saat itu bilang kapok. Tetapi, ‘sensasi’ pedas yang didapatkan itu seringkali diinginkan kembali, dan akhirnya kita akan memakannya lagi. Itulah yang dimaksud ‘tobat sambel’.
 
“Kata tobat di masyarakat sekarang sudah menjadi sekedar kata seru untuk menyatakan kekagetan atau kekesalan, bukan lagi kata yang bermakna penyucian diri”, ujar Mukidi sok bijak.
 
“Terus harusnya gimana, Di”, Tanya Mbah Mul.
 
“Ya sudah saatnya kita kembali ke taubat dalam terminologi agama, karena sesungguhnya Allah itu Maha Penerima Taubat bagi hamba-Nya yang benar-benar bertaubat”, tandas Mukidi sambil meraih gitar
 
“Hmm, tumben sampeyan jadi soleh, Di. Biasanya ucapan sampeyan banyolan semua, seperti yang beredar di grup-grup BBM dan WA akhir-akhir ini”, ujar Mbah Mul takjub.
 
“Aku sudah taubat, Mbah”, jawab Mukidi.Tangannya siap memetik gitar.
 
“Semoga bukan tobat sambel”. Mbah Mul rebahan, siap mendengarkan nyanyian Mukidi.
 
Malam makin beranjak. Lelangit dihias rembulan perak. Mukidi mulai bernyanyi diiringi suara gitar. Sebuah lagu yang pernah dibawakan oleh pedangdut senior Imam S. Arifin, berjudul Tebusan Dosa.
 
“Kabar-kabar tentang adzab yang mengerikan
Orang-orang yang menutup mata hati dan inderanya
Berpaling dari seruan kebenaran ajaran Tuhan
Kehancuran, malapetaka baginya
 
Kabar-kabar tentang nikmat kemuliaan
Orang-orang yang menaklukkan nafsunya dengan taqwa
Melaksanakan seruan kebenaran ajaran Tuhan
Kedamaian, kebahagiaan baginya…”
 

Ahmad Andriana

Tinggalkan Balasan