Inspirasi

Tips Agar Hari Senin Menyenangkan

Tuturahmad.com – Entah kenapa ketika menghadapi  hari Senin selalu tidak menyenangkan. Kita berbicara tentang sebuah rutinitas, apakah itu sebagai karyawan, pelajar, atau mahasiswa. Hari Senin selalu membawa aura ketidaknyamanan. Padahal Tuhan menciptakan semua hari sama baiknya, tapi mengapa begitu banyak yang kurang menyukai hari Senin?

Lucu juga sih, membicarakan ketidaknyamanan orang terhadap hari Senin. Ini masalah klasik sebenarnya, dari semenjak saya seragam SMP pun tabiat membenci hari Senin sudah mewabah. Mungkinkan karena pada hari Senin ada upacara bendera? Atau karena hari Senin selalu ada ulangan mingguan? Atau kebiasaan guru yang suka ngasih PR hari Sabtu dan minta dikumpulkan hari Senin?

Entahlah.

Yang pasti, sekarang meski sudah tua dan bukan anak sekolahpun saya masih merasa “membenci” Senin. Kenapa? Karena saya seorang karyawan. Hehehehe.

Berbagai macam alasan orang untuk tidak menyukai Senin, tapi menurut saya itu hanya faktor psikologis saja, disaat kita masih merasa nyaman menikmati liburan tapi kemudian terpaksa mesti masuk lagi dalam siklus rutinitas yang mungkin membosankan, seperti bekerja, sekolah, kuliah, dll.

Ketika kita bisa menemukan beragam alasan untuk membenci hari Senin, kenapa pula kita tidak menciptakan sesuatu yang bisa menimbulkan cinta hari Senin? Hayoo!

Ada beberapa tips yang mungkin bisa dicoba untuk kita agar bisa semangat memasuki hari Senin.

Buat agenda yang menyenangkan

Ini pengalaman waktu muda dulu, saat masih berseragam SMU. Saya selalu merencanakan hang out bareng teman-teman gank itu selalu di hari Senin, tidak di hari Sabtu. Ada dua alasan, pertama untuk menghindari bolos di hari Senin, dan kedua uang jajan mingguan masih utuh. Kalau acaranya hari Sabtu maka uang jajannya sudah menipis malah takjarang sudah ludes. Hehehe.

teman kantor hari senin

Bagi anggota gank yang absen dalam acara itu maka dia akan didenda mentraktir anggota lain di hari Sabtu.

Meski hanya sekedar ngopi di kafe, nongkrong di mall, kiat ini ternyata ampuh mengikis rasa malas menghadapi hari Senin. Saya dan teman-teman yang biasanya bolos di hari Senin jadi tidak lagi. Beralih ke hari Selasa, Rabu dan Kamis. Hehehe.

Sekarang, saat sudah jadi karyawan swasta saya sudah bisa menyukai hari Senin. Kenapa? Karena jadwal badminton kantor ada di hari Senin.

Saya menyukai olahraga badminton. Jadwal badminton ada di hari Senin. Mau tidak mau saya mesti menyukai hari Senin. Hehehe.

Ok. Mulai saat ini cobalah buat agenda-agenda yang menyenangkan di hari Senin yang mungkin bisa membuat Anda bersemangat dan menyukai hari Senin.

Misalnya, ketemuan sama klien, dinner sama gebetan, nobar bareng teman-teman, atau apalah yang sekiranya bisa mengubah rasa Anda terhadap hari Senin sebagamana hari-hari yang lainnya.

Yakin kemampuan diri sendiri.

Kadang rasa malas menghadapi senin (masuk kerja, sekolah, dll) karena kita memiliki beban perasaan. Rasa tidak percaya diri dalam menghadapi tantangan di hari esok,misalnya tugas kantor yang bikin mumet, tugas kuliah, PR, dll.  Dimana secara psikologi kita sudah merasa tenang di suasana liburan hari sebelumnya. Kebayang kan.

Diperlukan rasa percaya diri untuk bisa kembali semangat di hari Senin. Karena kita tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab yang telah dibebankan. Yang perlu dilakukan adalah, yakinkan di Anda, bahwa Anda mampu mengatasi segala tantangan dan kesulitan yang akan dihadapi. Toh sejauh ini Anda masih tetap baik-baik saja kan?

Siapa lagi kalau bukan kita?

Anggaplah pekerjaan di meja kerja Anda, PR Anda, tugas kuliah Anda hanya Anda yang bisa menyelesaikannya, bukan orang lain. Jika sudah demikian siapa lagi yang bisa menyelesaikannya kecuali Anda?

Jadi betapa pentingnya kehadiran Anda di kantor, di sekolah, di kampus dan di tempat-tempat lain yang Anda lari darinya. Jadi jangan biasakan mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan kepada kita.

Memahami bahwa kehadiran kita begitu penting dalam berlangsungnya sebuah sistem akan melahirkan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan.

Orientasi ibadah dan perbaikan diri

Bagi orang beriman, setiap gerak dalam sendi kehidupan selalu bertujuan untuk ibadah. Setiap hari, dari hari Senin sampai hari Minggu adalah waktu yang mesti diisi dengan melakukan berbagai aktifitas baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi (akhirat).

Ini agak-agak serius nih.

Makanya kita mesti merasa rugi jika kita coba melalaikan tanggung jawab dan waktu yang telah diberikan.

Malas mungkin ada, jenuh mungkin iya. Tapi anggaplah semua itu ladang amal kita di hadapan Yang Maha Kuasa.

Anggaplah itu semua pembelajaran kita dalam mencari ilmu baru dalam bidang yang Anda geluti. Tidak ada yang sia-sia selama kita ikhlas dan bertanggung jawab dalam menjalaninya.

Baiklah. Itu yang bisa saya sampaikan tentang mencintai kembali hari Senin. Semoga bisa menginspirasi. Kalau Anda punya tips dan cara lain, jangan ragu untuk berbagi.

Tanda Tangan Ahmad