Review

Asyiknya Wisata Sejarah dan Legenda di Puncak Gunung Padang

Tuturahmad.com – Bagi Anda yang melancong ke Kota Padang rasanya kurang afdal kalau tidak berkunjung ke Gunung Padang. Kenapa? Setidaknya ada tiga alasan yang bisa membuat Anda merasa wajib mengunjunginya. Pertama, Gunung Padang adalah tempat tertinggi yang ada di sekitar pusat kota. Kalau Anda ingin melihat landscap Kota Padang  dan lautnya yang indah maka lihatlah dari puncak Gunung Padang.
 
Kedua, Anda suka kisah Siti Nurbaya? Kalau jawabannya ya, maka Anda tidak punya alasan lagi untuk tidak mengunjunginya. Dalam kisah Siti Nurbaya, Gunung Padang adalah tempat pertama kalinya Siti Nurbaya bertemu dengan Syamsul Bahri. Di Gunung Padang jualah Siti Nurbaya dimakamkan ketika meninggal akibat diracun Datuk Maringgih.
 
Alasan ketiga,bagi Anda penyuka sejarah perang dunia kedua maka di Gunung Padang kita bisa melihat peninggalan – peninggalan masa pendudukan Jepang. Ada beberapa bunker peninggalan Jepang yang bisa kita kunjungi.
 
Keindahan dari Puncak
Gunung Padang sebenarnya hanyalah sebuah bukit yang berketinggian kurang lebih 80 mdpl. Bukit ini adalah tempat tertinggi di Kota Padang. Makanya jika kita ingin melihat keindahan Kota Padang dan sekitarnya banyak yang menyarankan menaiki Gunung Padang.
 
Kawasan Gunung Padang berjarak kurang lebih 15 KM dari pusat Kota Padang. Dari pusata kota kita akan melewati Jembatan Siti Nurbaya yang melintang diatas Batang Arau. Butuh waktu sekitar 40 menit untuk mendaki dari bawah sampai ke puncak. 

pantai padang
Pemandangan pantai dari puncak bukit (Foto: Doc. SMI)
Di puncak kita akan menemukan sebuah taman yang rimbun dan teduh. Taman Siti Nurbaya namanya. Sinar Matahari yang menyengat seakan tidak terasa karena rindangnya pepohonan membuat suasana begitu sejuk.
 
Di tempat ini kita bisa melihat keindahan dari berbagai arah. Lihatlah ke arah barat, birunya Samudera Hindia yang membentang luas begitu indah. Di sebelah selatan, kita bisa melihat dengan jelas Pantai Air Manis. Kita juga bisa melihat Pulau Pisang Kecil dan Pulau Pisang Besar. Bergeser ke timur, hamparan landscap Kota Padang bagaikan lukisan yang begitu detil. Sangat Indah.
 
Semua pemandangan itu akan kian tampak indah ketika dalam balutan warna senja. Padang memang luar biasa.
 
Makam Siti Nurbaya
Kota Padang tidak bisa dipisahkan dengan kisah Siti Nurbaya. Sebuah maha karya dari pujangga ternama Marah Rusli ini sudah menjadi legenda dan ikon ibu kota Sumatera Barat.Gadis cantik kekasih Syamsul Bahri ini konon dimakamkan di puncak Gunung Padang. 
 
Untuk mengenang dan melestarikan legenda Siti Nurbaya maka dibangunlah Taman Wisata Siti Nurbaya di Gunung Padang.  Selain itu, nama Siti Nurbaya juga diabadikan menjadi nama sebuah event budaya tahunan Kota Padang, Festival Siti Nurbaya.
 
Logo Festival Siti Nurbaya 2016
Untuk melihat makam Siti Nurbaya yang ada di sekitar puncak gunung maka kita harus berjalan menaiki anak-anak tangga yang jumlahnya ratusan. Bagi yang suka hiking dan trekking sepertinya ini tantangan yang patut dicoba. Di Kanan –kiri anak tangga terdapat pegangan yang terbuat dari besi, gunanya untuk pegangan bagi pejalan kaki.
 
Menjelang puncak, tepatnya sebelah kanan kita akan melihat sebuah celah batu dengan tangga menurun. Setelah menuruni anak tangga itu kita akan sampai di sebuah ceruk batu. Di ceruk batu itulah terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai makamnya Siti Nurbaya.

BACA JUGA: Festival Siti Nurbaya 2016: Sebuah Etalase Kejelitaan Budaya Minang

Tidak ada yang istimewa di makam itu, sama seperti halnya makam yang lain. Bedanya ini adalah makam yang diyakini makamnya Siti Nurbaya.

Jembatan Siti Nurbaya tampak dari jauh (Foto: Doc. SMI)
Memandang makam Siti Nurbaya yang ada di puncak bukit, seketika terbayang dulu di sinilah Siti Nurbaya berdiri memandang laut lepas.  Dengan perasaan teramat sedih melepas sang kekasih, Syamsul Bahri, berlayar ke tanah Jawa.
 
Bunker Peninggalan Jepang
Di Gunung Padang juga terdapat bunker-bunker peninggalan masa Penjajahan Jepang. Meski tidak terawat dengan baik tapi keberadaan bunker-bunker itu cukup jadi saksi sejarah invasi Jepang di tanah air.
 
Jika dilihat dari lokasi, Gunung Padang memang sangat strategis untuk dijadikan markas pertahanan. Tempat ini merupakan daerah tertinggi yang dekat dengan pusat kota. Tak heran jika kemudian Jepang membangun bunker-bunker sebagai benteng pertahanan di Gunung Padang.
 
Bunker-bunker ini berada di sepajang jalur setapak menuju puncak Gunung Padang. Setidaknya ada sekitar tiga lokasi bunker yang bisa dijumpai menjelang puncak.
 
Salah satu bunker masih memiliki meriam di dalamnya. Dudukan meriam itu tertanam kuat ke lantai beton bunker. Meriam dengan ukuran panjang sekitar empat meter itu mengarah ke muara Batau Arau. Bisa dibayangkan bagaimana dulu meriam ini memuntahkan peluru ke kapal-kapal musuh yang memasuki muara Batang Arau.
                               
 
Turun dari Gunung Padang kita serasa membawa oleh-oleh berharga. Keindahan alam Minang yang memesona, kisah cinta nan tragis Siti Nurbaya, dan saksi sejarah era kolonialisme.

Tiga alasan yang sekaligus daya tarik Gunung Padang memang luar biasa. Gunung Padang merangkum keindahan alam, kisah cinta yang melegenda, dan peninggalan sejarah menjadi sebuah kombinasi yang sempurna untuk sebuah destinasi wisata.
 
Bagaimana, menyesal menaiki Gunung Padang?