Inspirasi

7 Alasan Yang Membuat Jenderal Gatot Nurmantyo Dicintai Rakyat

Jenderal Gatot Nurmantyo
Tuturahmad.comJenderal Gatot Nurmantyo beberapa hari belakangan ini menjadi buah bibir banyak orang. Bahkan menjadi viral, baik berupa berita ataupun memenya. Bahkan banyak yang mengatakan beliau cocok menjadi presiden Indonesia.
Harapan dan kecintaan publik pada Panglima TNI ini memang bukan tanpa alasan. Jenderal bintang empat ini dinilai pro rakyat dalam setiap tindakannya. Terakhir ketika aksi bela Al Quran pada 4 November kemarin dan penampilannya di program acara Indonesia Lawyer Club semakin menegaskan dirinya sosok pemimpin yang dirindukan rakyat.
Seketika masyarakat mulai mencari tahu siapa sosok Gatot Nurmantyo ini. Mulai dari biographi, karir, kehidupan, dan pandangannya terhadap negara ini. 

7 Alasan Yang Membuat Jenderal Gatot Nurmantyo Dicintai Rakyat

Sebenarnya apa sih yang membuat publik tiba-tiba begitu mengelu-elukan, mencintai bahkan menggadang-gadangkan Gatot Nurmantyo jadi Presiden RI? Setidaknya ada 7 alasan yang membuat Jenderal Gatot Nurmantyo dicintai pasca peristiwa aksi bela Al Quran 4 November kemarin
Tegas
Umumnya seorang prajurit Gatot Nurmantyo berjiwa tegas. Beliau tidak pernah mentoleransi setiap potensi yang akan mengganggu ketertiban, kemanan dan kebhinekaan bangsa Indonesia. Sifat yang sepatutnya terdapat dalam jiwa seorang Panglima TNI.
Jujur
Berbeda dengan pejabat yang lain yang cenderung mengalihkan opini tentang aksi bela Al Quran kemarin, Gatot Nurmantyo begitu jujur dalam menuturkan pandangannya terhadap aksi tersebut. Jika pejabat lain menyebut aksi tersebut ditunggangi provokator dan rusuh, beliau justru berucap sebaliknya. 
Gatot Nurmantyo menyebutkan jika aksi kemarin sangat terkendali, damai, dan menyejukan. Bahkan beliau sendiri meyakinkan hadirin bahwa yang menyulut keributan itu adalah para provokator. 
Jenderal Gatot Nurmantyo
“Demo benar-benar tertib. Saya melihat dengan jelas, yang melakukan itu (keributan) bukan pendemo,” tegasnya.
Bagaimana mau membakar mobil petugas dan berbuat rusuh, menginjak rumput di taman saja para demontran itu tidak mau. Belum lagi sikap toleransi yang ditunjukan para peserta aksi terhadap penganut agama lain, seperti ikut menyebrangkan sepasang calon penganti nasrani yang hendak menikah di gereja Katedral.
Gatot Nurmantyo juga mengapresiasi para peserta aksi yang tetap menjaga kebersihan dalam menjalankan aksinya.
Netral
Meski seorang pejabat dari sebuah rezim yang sedang di demo Gatot Nurmantyo tidak lantas dengan semena-mena dan membabi buta membela pemerintah dan memusuhi para pendemo.
Beliau memposisikan diri sebagai benteng penjaga keamanan dan keutuhan NKRI, tapi di saat yang bersamaan beliau sangat menghargai setiap warga negara yang menyampaikan aspirasinya dan mengawal prosesnya dengan baik.
Santun
Seperti umumnya orang berdarah Jawa yang lembut dan santun, begitupun Gatot Nurmantyo. Jabatannya sebagai orang nomor satu di TNI, tidak lantas membuatnya jadi orang yang sombong dan arogan. Itu bisa terlihat ketika di acara ILC TV One. Bagaimana gesture beliau ketika berbicara, atau sekedar mendengarkan pendapat orang lain. Tatapannya lembut dan selalu tersenyum kepada para kyai dan ulama yang hadir.
Patuh
Sebagai seorang prajurit Gatot Nurmantyo sangat patuh terhadap tugas dan atasannya. Beliau tegaskan bahwa Presiden adalah panglima tertinggi sekaligus atasannya. Beliau akan tetap patuh terhadap perintah Presiden untuk menjaga keutuhan NKRI.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Bahkan ketika dipancing dengan pernyataan Karni ilyas, bahwa Gatot cocok jadi Presiden, Panglima TNI ini hanya tertawa dan menjawab bahwa beliau tidak ada niatan menjadi Presiden bahkan beliau siap jadi tumbal demi keutuhan NKRI.
Paham Indonesia
Sebagai seorang prajurit yang ditugasi menjaga keutuhan NKRI, Gatot Nurmantyo paham betul segala potensi yang ada di Indonesia. Baik potensi alamnya yang jadi primadona bagi bangsa lain maupun potensi ancaman akan eksistensi bangsa ini, dari luar dan dari dalam. Termasuk ancaman candu dan narkoba yang disinyalir masuk dari Tiongkok.
Selanjutnya, Panglima TNI juga menjelaskan secara gamblang tentang ancaman yang dihadapi Indonesia. Pernyataan Gatot Nurmantyo ini sebelumnya sudah berkali-kali dilontarkan di berbagai kesempatan, akan tetapi seruan Panglima TNI tersebut masih belum begitu diperhatikan oleh pemerintah. Dan malam itu Jenderal Gatot kembali menegaskan keprihatinannya. Pernyataan Jenderal Gatot didukung oleh computer graphics yang ditunjukkan saat dia berbicara.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Pembahasan Jenderal Gatot di acara ILC malam itu memang tidak ada hubungannya dengan tema yang diangkat. Tapi nampaknya Jenderal Gatot ingin memanfaatkan kesempatan ini yang disiarkan secara live untuk menyampaikan keprihatinannya.
Taat
Sebagai seorang muslim Gatot Nurmantyo tidak melupakan jati dirinya. Dengan gagah dan lantang beliau berujar bahwa Indonesia bukan Indonesia kalau tidak ada Islam, Islam adalah benteng terakhir NKRI.
Dalam ucapan ini Gatot Nurmantyo ingin menegaskan dua hal, pertama; bahwa para pendemo kemarin adalah elemen penting eksistensi bangsa Indonesia. Umat Islamlah (tanpa menghilangkan peran umat lain) yang memiliki peran teramat penting dalam upaya merebut, mempertahankan hingga menjaga kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini.
Jenderal Gatot Nurmantyo
Kedua, sebuah bentuk kebanggaan akan jati dirinya sebagai seorang muslim. Dalam perkataanya, beberapa kali beliau menepuk dada dan berkata “saya bangga jadi seorang muslim”. Ketika aksi bela Quran yang pertama pun tampak ikut solat berjamaah dengan  para Habaib dan demonstran.
Berikut beberapa meme kreatif Jenderal Gatot Nurmantyo;
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari IG IndonesiaBertauhid
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari JakartaDesain.com
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari Syaamil Quran
Jenderal Gatot Nurmantyo
Meme Kreatif dari Ahta Zaja
Jenderal Gatot Nurmantyo boleh jadi bukanlah satu-satunya orang berpangkat di negeri ini yang mencintai dan dicintai rakyatnya. Boleh jadi beliau bukanlah satu-satunya pejabat baik hati yang mendukung umat Islam dalam menyampaikan aspirasinya. Tapi sangat jarang di negeri ini seorang pejabat yang jujur dan netral di saat opini publik coba dibelokan oleh media-media mainstream dengan begitu licik dan gencar.
Boleh jadi (saat ini) beliaulah satu-satunya pejabat teras negeri ini yang mampu meraih hati dan cinta umat Islam disaat umat ini kehilangan kepercayaan bisa tegaknya keadilan kepada orang-orang yang seharusnya menegakan keadilan untuk rakyatnya. Boleh jadi.
 
Tanda2BTangan2BAhmad2Bmiring-4